Pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair dan dosis kotoran ayam terhadap produktivitas dan kandungan vitamin C cabai rawit (Capsicum frutescents L.)
DOI:
https://doi.org/10.35941/jtaf.5.2.2023.9831.105-111Keywords:
cabai rawit, pupuk kotoran ayam, pupuk organik cair, Ogan Komering UluAbstract
Cabai rawit diminati oleh berbagai kalangan sebagai menu pelengkap, maupun bahan utama kuliner Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian POC dan dosis PKA terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kadar vitamin C cabai rawit pada media tanah asal Sumatera Selatan (Kabupaten Ogan Komering Ulu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Petak utama adalah frekuensi pemberian POC (tanpa POC (Kontrol); setiap minggu, setiap dua minggu; dan setiap tiga minggu). Sedangkan anak petaknya adalah dosis PKA terdiri dari 25 g/polybag (setara 5 ton/ha), 50 g/polybag (setara 10 ton/ha), 75 g/polybag (setara 15 ton/ha). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, berat buah per tanaman dan kandungan vitamin C cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi frekuensi pemberian POK setiap dua minggu dan pemberian PKA dosis 10 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap rata-rata tinggi tanaman, rata-rata jumlah cabang, rata-rata berat buah per tanaman, dan kandungan vitamin C cabai rawit, secara berturut-turut yaitu dengan 47,77 cm, 18 cabang, 59,40 g/polybag, dan 0,55%.
Downloads
References
Asmal, A., Nurvianthi, RY., Jehaman, T. 2023. Analissi kandungan vitamin C dalam cabai rawit secara iodimetri. Jurnal Kesehatan Luwu Raya 2(9): 44-50
BPS Provinsi Sumatera Selatan. 2023. Luas tanaman sayuran dan buah-buahan semusim menurut jenis tanaman Di Provinsi Sumatera Selatan 2019-2022. Statistik Pertanian Hortikultura SPH-SBS. www.sumsel.bps.go.id [30 Maret 2021].
Deptan. 2020. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Departemen Pertanian, Jakarta.
Ditjen Hortikultura. 2011. Pedoman Umum Pengembangan Hortikultura Tahun 2012. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian, Jakarta.
Dubey, A.K., Devi, S., Pranjal, S.R., Yogesh, K., Ajay, K.V., Sandip, K.C. 2016. Effect of NPK on plant growth, yield and quality of capsicum (Capsicum annum L.) under shade net condition. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences. 6(3): 1085-1091.
Hartatik, W., Suriadikarta, D.A., Prihati, T. 2002. Teknologi Pengelolaan Bahan Organik Tanah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Hasan, F.A., Made, U., Jeki. 2020. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Berbagai Konsentrasi Air Kelapa dan pupuk Organik Cair. Jurnal Agrotekbis 8(6): 1443-1450
Idaryani, Warda. 2018. Kajian pemanfaatan POC untuk meningkatkan hasil tanaman cabai. Jurnal Biocelebes 12(3): 88-105.
Julcarnain, H., Astutik., Hapsari, R.I. 2016. Aplikasi Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan dan Produksi cabai Rawit.. Publikasi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi 4(1). https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/pertanian/article/view/276
Kemas, A. H. 2002. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Lingga, P., Marsono. 2006. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta
Marlina, N., Aminah, R.I.S., Rosmiah, Setel, L.R.. 2015. Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Ayam pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.). Jurnal Biosaintifika 7(2): 136-141.
Natanael, J., Banjarnahor, D. R. V. 2021. Pengaruh beberapa campuran kompos cair terhadap pertumbuhan, hasil panen dan kandungan vitamin C tanaman kale (Brassica oleracea var. Acephala). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 21(2): 158-166.
Nurfira, T., Abdullah., Ibrahim B. 2020. Pengaruh pupuk nitrogen dan kalium terhadap produksi serta kandungan vitamin C pada buah cabai rawit (Capsicum fruetescens L.). Jurnal AgrotekMas 1(3): 86-95
PT Binasawit Makmur. 2021. Report of Analysis. Sampoerna Agro.
Raihan, Suadi, H., Nurtirtayani. 2001. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap N dan P tersedia di tanah serta hasil varietas jagung di lahan pasang surut sulfat masam. Jurnal Agrivita. 23(1): 13-19.
Welch, R. M. 2001. Micronutrients, agriculture and nutrition: lingkages for improved health and well being. Ithaca: USDA-ARS, U.S. Plant, Soil and Nutrition Laboratory.
Wijaya, K. A. 2008. Nutrisi Tanaman. Prestasi Pustaka, Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
As a journal Author, you have rights for a large range of uses of your article, including use by your employing institute or company. These Author rights can be exercised without the need to obtain specific permission.
Authors publishing in JTAF have wide rights to use their works for teaching and scholarly purposes without needing to seek permission, including: use for classroom teaching by Author or Author's institutionand presentation at a meeting or conference and distributing copies to attendees; use for internal training by author's company; distribution to colleagues for their reseearch use; use in a subsequent compilation of the author's works; inclusion in a thesis or dissertation; reuse of portions or extrcats from the article in other works (with full acknowledgement of final article); preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes (follow CC by SA License).
Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit (cite to the article or content), provide a link to the license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.