Karakteristik kimia mi kering yang disubstitusi dengan tepung jelai (Coix lacryma-jobi L.) termodifikasi heat moisture treatment (HMT)
Abstract
Konsumsi mi kering yang tinggi di Indonesia meningkatkan ketergantungan pada tepung terigu impor. Jelai (Coix lacryma-jobi L.), yang bergizi tinggi, menjadi alternatif pengganti, tetapi sifatnya yang bebas gluten membuat mi kurang elastis, mudah patah, dan memiliki rasa kuat. Dengan menerapkan Heat Moisture Treatment (HMT), struktur pati jelai dapat diubah sehingga karakteristiknya lebih sesuai untuk pembuatan mi kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu rasio tepung terigu dan tepung jelai termodifikasi HMT (100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%) dengan 4 ulangan. Parameterr yang diamati adalah kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan kalori mi kering. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan substitusi terigu oleh tepung jelai termodifikasi HMT secara signifikan memengaruhi kadar air, abu, protein, lemak, serat, dan karbohidrat mi kering, namun berpengaruh tidak nyata terhadap nilai kalori. Semakin tinggi jumlah tepung jelai termodifikasi HMT yang digunakan maka kadar air, abu, lemak, dan serat kasar meningkat, sementara kadar protein dan karbohidrat menurun. Formulasi optimal untuk menghasilkan mi kering yang sesuai dengan SNI 8217:2015 adalah kombinasi 90% terigu dan 10% tepung jelai termodifikasi HMT, dengan kadar air 5,06%, abu 2,34%, protein 18,12%, kadar lemak 0,55 %, kadar karbohidrat 74,26%, kadar serat kasar 1,09% dan total kalori 374,48 kkal.
Keywords
References
Ahmad, I., Une, S., Antuli, Z., 2018. Fisik dan kimia mie kering dari pati bonggol pisang kepok dengan metode modifikasi Heat Moisture Treatmen (HMT). J. Ilmu dan Teknol. Pangan 1(1), 2–14. https://doi.org/10.37905/jjft.v1i1.8368
Almadany, M.I.A., Handayanti, L., Susilowati, P.E., 2024. Fortifikasi mie kering dengan tepung sorgum sebagai makanan fungsional sumber serat pangan. Nutr. Sci. Journal. 3(2), 89–95. https://doi.org/10.37058/nsj.v3i2.12008
Atwater, O.W., 1902. Principles of Nutrition And Nutritive Value Of Food. Farmers' Bulletin No.142. U.S. Department of Agriculture, Washington.
Elwin, E., Shalihy, W., Pratiwi, I., Masriani, M., 2022. Kajian substitusi sebagian tepung terigu dengan tepung ubi jalar dalam pembuatan mie kering untuk mendukung diversifikasi pangan lokal. J. Trit. 13(1), 43–51. https://doi.org/10.47687/jt.v13i1.228
Fahira, D., Putri, D.C., Taufhan, L.S., Nasution, Y.S.J., 2024. Analisis faktor-fator penyebab konsumsi mie instan dikalangan mahasiswa UINSU Prodi Akuntansi Syariah Tahun 2023/2024. J. Ekon. Bisnis, Manajemen, dan Akunt. 3(2), 391–404. https://doi.org/10.61930/jebmak.v3i2.657
Dewi, K.M.K.D., Wiadnyani, A.A.I.S., Puspawati, G.A.K.D., 2023. Karakteristik dan potensi pangan fungsional flakes dengan perbandingan tepung keladi alami (Xanthosoma sagittifolium) dan termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT). Itepa: J. Ilmu dan Teknol. Pangan 12(4), 882–899. https://doi.org/10.24843/itepa.2023.v12.i04.p11
Lala, F., Susilo, B., Komar, N., 2013. Uji karakteristik mie instan berbahan-baku tepung terigu dengan substitusi mocaf. J. Bioproses Komod. Trop. 1(2), 11–20.
Mahmud, M., Limonu, M., Une S., 2019. Mutu biologis biskuit yang disubtitusi dengan pati kimpul (Xanthosoma sagittifolium) modifikasi. Jambura J. Food. Technol. 1(1), 1–14. https://doi.org/10.37905/jjft.v1i1.7669
Mandei, J.H., 2018. Penggunaan pati sagu termodifikasi dengan heat moisture treatment sebagai bahan substitusi untuk pembuatan mi kering. J. Penelit. Teknol. Ind. 8, 59. https://doi.org/10.33749/jpti.v8i1.1321
Zamzami, M.R., Syauqi, D., Fitriyah, H., 2021. Sistem identifikasi jenis makanan dan perhitungan kalori berdasarkan warna HSV dan sensor loadcell menggunakan metode K-NN berbasis. J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. 5(3), 936–942. https://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/8684
Nelas, M.H., Sumartrini, S., Nabila, R., Hutapea, N., Fitriana, E., Saputra, N., 2022. The effect of thickers on the quality of “indofishme” instant noodles as nutrition rich instant noodles based on fish (Scomberomorus commerson) and Seaweed (E. cottonii). Procedia Soc. Sci. Humanit. 3, 192–200. https://doi.org/10.21070/pssh.v3i.157
Oktarini, I.T., Rosida, Agung W, T., 2022. The effect of the proportion of wheat flour : Fermented jali. Agritepa 9(2), 411–424.
Rahmalia, R.R., Yuliani, R., Islami, A.N., Khoerunnisa, F., Sari, Y.P., 2024. Pengaruh komposisi tepung ubi ungu (Ipomoea batatas L.) dan terigu terhadap sifat fisik , kimia dan tingkat kesukaan pada cookies. Journal of Food and Agricultural Product 4(2), 80–89. https://doi.org/10.32585/jfap.v4i2.5820
Putri, N.P.K., Karmini, N.L., 2024. Analisis determinan volume impor gandum di Indonesia. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 20(3), 244-265. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v20i3.412
Rahim, V.S., Liputo, S.A., Maspeke, P.N., 2021. Sifat fisikokimia dan organoleptik mie basah dengan substitusi tepung ketan hitam termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT). Jambura J. Food Technol. 3(1), 42-56. https://doi.org/10.37905/jjft.v3i1.7295
Rosmeri, V.I., Monica, B.N., Budiyanti, C.S., 2013. Pemanfaatan tepung umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst) dan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai bahan substitusi dalam pembuatan mie basah, mie kering, dan mie instan. Teknol. Kim. Dan Ind. 2(2), 246–256.
Setiyoko, A., Nugraeni, N., Hartutik, S., 2018. Karakteristik mie basah dengan substitusi tepung bengkuang termodifikasi Heat Mositure Treatment (HMT). J. Teknol. Pertan. Andalas 22(2), 102-110. https://doi.org/10.25077/jtpa.22.2.102-110.2018
Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhardi, 2007. Prosedur Analisis untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi ke-3. Liberty, Yogyakarta.
Suleman, S., Faqih, H., Lesmana, H., Utami, B.C.P., 2023. SI KALORI: Sistem pakar penghitung jumlah ideal kalori harian berbasis mobile. Indones. J. Softw. Eng. 9(1), 46–54. https://doi.org/10.31294/ijse.v9i1.15906
Syahrumsyah, H., Rachmawati, M., Andriani, Y., 2018. Formulasi tepung terigu (Triticum sp.) dan teoung jelai (Coix lacryma-jobi) terhadap sifat kimia dan sensoris pada mi basah. J. Teknol. Pertan. Univ. Mulawarman 13(2), 70–74.
DOI: http://dx.doi.org/10.35941/jtaf.0.0.0.22038.%25p
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
| ||
This journal is jointly published by Agricultural Products Technology Department, Mulawarman University, Indonesia and Indonesian Association of Food Technologist (PATPI). JTAF Today Visitors Copyright © 2025 Universitas Mulawarman Provide by e-Journal System Portal Center of Excelllence for Tropical Studies and Manage by Wisanggeni |







