Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap sifat kimia dan sensoris manisan kering buah tomat (Lycopersicum commune L.)
DOI:
https://doi.org/10.35941/jtaf.1.1.2019.2412.41-47Keywords:
tomat, manisan, pengeringanAbstract
Buah tomat menjadi manisan kering merupakan usaha untuk memperpanjang masa simpan buah tomat dan untuk menganekaragamkan makanan khususnya manisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu pengeringan manisan kering buah tomat. Penelitian menggunakan Rancangan acak Lengkap dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah suhu 60, 70 dan 80°C, dan faktor kedua adalah lama pengeringan 8, 12 dan 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, gula pereduksi, vitamin C, sifat sensoris hedonik untuk warna, rasa dan tekstur. Interaksi keduanya berpengaruh nyata hanya untuk gula pereduksi. Manisan kering buah tomat dengan pemanasan pada suhu 80°C selama 16 jam menghasilkan manisan tomat degan respons hedonik terbaik. Manisan tomat tersebut mempunyai kadar air 9.440%, kadar abu 24.667%, gula pereduksi 38.000%, Vitamin C 5.333%, dan mempunyai sifat sensoris disukai, berwarna merah, berasa manis, bertekstur keras, dan agak beraroma buah tomat.Downloads
References
BSN, SNI 01-1718-1996. Syarat Mutu Manisan Semi Basah. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur, 2014. Profil Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur, Samarinda.
Fitriani, S., Ali, A., Widiastuti, 2013. Pengaruh dan Lama Pengeringan Terhadap Mutu Manisan Kering Jahe (Zingiber officinale rosc.) dan Kandungan Antioksidannya. Skripsi Universitas Riau, Pekanbaru
Fitriani, S., 2008. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Beberapa Mutu Manisan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi. L) Kering. Jurnal SAGU 7, 32-37.
Histifarina, D., Musaddaad D., Murtiningsih E., 2004. Teknik Pengeringan dalam Oven. Jurnal SAGU volume 14, 107-112.
Jumeri, 2002. Pengaruh Penambahan Beberapa Konsentrasi Gula dan Natrium Benzoat Terhadap Mutu dan Daya Simpan Leather Nenas. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru.
Kartika, B., Hastuti, P., Supartono, W., 1987. Pedoman Uji Indrawi Bahan Pangan, Penerbit Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pratiwi, I., 2007. Pengembangan Pembuatan Manisan Pepaya Kering (Carica papaya). Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Satuhu, 2006. Penanganan Pasca Panen dan Olahan Buah-buahan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sitohang, A., 2013. Pengaruh Konsentrasi Gula dan Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Pada Pembuatan Sirup Markisa Kering. MEDIA UNIKA-Majalah Ilmiah. 1, 50-62.
Sudarmadji, S., Haryono, B., Suhardi, 2007. Prosedur Analisis Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.
Susiwi, S., 2009. Penilaian Organoleptik. FPMIPA. Jurusan Pendidikan Kimia. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Sutopo, J., Wibowo, 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Naga Sebagai Bahan Tambahan Pada Masakan Kroket, Mie Lethek, Pudding. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Sulisna, R., Yunita, M., Rahmawati, 2015. Pembuatan Manisan Kering Labu Mie (Cucurbita pepo L.) Kajian Konsentrasi Larutan Kapur dan Lama pengeringan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik. Skripsi. Jurusan THP, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.
Utami, P.W., 2005. Pembuatan Manisan Tamarillo (Cyphomandra betaceat) Kajian Konsentrasi Perendaman Air Kapur Ca(OH)2 dan Lama Pengeringan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Yunita M., Rahmawati. 2015. Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Mutu Manisan Kering Buah Carica (Carica Candamarcencis). KONVERSI 4, 17-28.
Carina, W., Wignyanto. 2007. Pengembangan Belimbing Wuluh Sebagai Manisan Kering dengan Kajian Konsentrasi Perendaman Air Kapur (Ca(OH)2) dan Lama Waktu Pengeringan. Jurnal Industri l, 195-203.
Downloads
Published
Issue
Section
License
As a journal Author, you have rights for a large range of uses of your article, including use by your employing institute or company. These Author rights can be exercised without the need to obtain specific permission.
Authors publishing in JTAF have wide rights to use their works for teaching and scholarly purposes without needing to seek permission, including: use for classroom teaching by Author or Author's institutionand presentation at a meeting or conference and distributing copies to attendees; use for internal training by author's company; distribution to colleagues for their reseearch use; use in a subsequent compilation of the author's works; inclusion in a thesis or dissertation; reuse of portions or extrcats from the article in other works (with full acknowledgement of final article); preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes (follow CC by SA License).
Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit (cite to the article or content), provide a link to the license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.