Pengaruh metode pengeringan oven gas dan rumah pengering terhadap laju pengeringan dan kualitas daun katuk (Sauropus androgynus)
DOI:
https://doi.org/10.35941/jtaf.6.1.2024.10055.9-16Keywords:
Sauropus androgynus, Laju Pengeringan, Daun KatukAbstract
Penelitian ini mengkaji pengembangan rumah pengering yang memanfaatkan sinar matahari sebagai alternatif pengeringan konvensional (tanpa rumah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model laju pengeringan daun katuk dengan dua kondisi, yaitu dengan dan tanpa pra-perlakuan blanching. Laju pengeringan yang digunakan adalah persamaan model Lewis dan Page. Sebagai perbandingan dilakukan percobaan secara paralel menggunakan pengering oven dengan membuat percobaan faktorial 2x3. Faktor pertama adalah pra-perlakuan pada bahan (blanching dan non-blanching), sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan (60,70,dan 80oC). Percobaan ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati adalah yield dan kualitas daun katuk kering. Data yang diperoleh dari percobaan dengan pengering oven dianalisis dengan ANOVA, kemudian dibandingkan secara deskriptif dengan data dari percobaan menggunakan rumah pengering. Hasil penelitian menunjukkan kinerja rumah pengering (3 hari) untuk pengeringan daun katuk berada dalam kisaran kinerja pengering oven yang bekerja pada suhu 60-80 C (4 jam). Pra-perlakuan blanching memberikan yield dan kualitas daun katuk kering yang lebih baik pada proses pengeringan dengan bahan tanpa blanching. Desain rumah pengering yang digunakan pada penelitian ini direkomendasikan untuk dipergunakan pada pengeringan bahan daun-daunan.
Downloads
References
Amanto, B.S., Aprilia, T.N., Nursiwi, A. 2020. Pengaruh lama blanching dan rumus petikan daun terhadap karakterisktik fisik, kimia, serta sensoris teh daun tin (Ficus carica). J. Teknol. Has. Pertan. 12(1): 1-11. https://doi.org/10.20961/jthp.v12i1.36436
Asgar, A., Musaddad, D., 2006. Optimalisasi cara, suhu, dan lama blansing sebelum pengeringan pada wortel. J. Hortik. 16(3), 245-252.
Barus, W.B.J., 2019. Pengaruh lama fermentasi dan lama pengeringan terhadap mutu mubuk kopi. Wahana Inov. 8(2): 111–115.
Dewi, W.K., Harun, N., Zalfitri, Y. 2017. Pemanfaatan daun katuk (Sauropus adrogynus) dalam pembuatan teh herbal dengan variasi suhu pengeringan. Jom Faperta 4(2). p.9.
Hariyadi, T. 2018. Pengaruh suhu operasi terhadap penentuan karakteristik pengeringan busa sari buah tomat menggunakan tray dryer. J. Rekayasa Proses 12(2): 104-113. https://doi.org/10.22146/jrekpros.39019
Martunis, M. 2012. Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kuantitas dan kualitas pati kentang varietas granola. J. Teknol. dan Ind. Pertan. Indones. 4(3): 26-30.
Medho, M.S., Muhamad, E.V. 2019. Pengaruh blanching terhadap perubahan nilai nutrisi mikro tepung daun kelor (Moringa oleifera). Partner 24(2): 1010-1019. https://doi.org/10.35726/jp.v24i2.363
Nugraha, R.C., Kerlooza, Y.Y. 2021. Perancangan sistem pelaporan status perbaikan pada konveyor dengan studi kasus di PT. Pupuk Kujang. Telekontran J. Ilm. Telekomun. Kendali dan Elektron. Terap. 8(2): 130-137. https://doi.org/10.34010/telekontran.v8i2.4544
Ramli, I.A., Jamaluddin, Yanto, S. 2018. Laju pengeringan gabah menggunakan pengering tipe efek rumah kaca (ERK). J. Pendidik. Teknol. Pertan. 3: S158-S164.
Ruhiat, Y. 2015. Sebaran suhu pada pengering surya efek rumah kaca (ERK) tipe kabinet dalam proses pengeringan komoditi pertanian. Gravity J. Ilm. Penelit. dan Pembelajaran Fis. 1(1): 1-6.
Sushanti, G., Sirwanti, S. 2018. Laju pengeringan chips mocaf mengguna-kan cabinet dryer. J. Galung Trop. 7(3): 229-235. https://doi.org/10.31850/jgt.v7i3.372
West, R., Seetharaman, K., Duizer, L.M. 2013. Effect of drying profile and whole grain content on flavour and texture of pasta. J. Cereal Sci. 58(1): 82-88. https://doi.org/10.1016/j.jcs.2013.03.018
Zamharir, Sukmawaty, Priyati, A. 2016. Analisis pemanfaatan energi panas pada pengeringan bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan menggunakan alat pengering efek rumah kaca (ERK). J. Ilm. Rekayasa Pertan. dan Biosist. 4(2): 264-274.
Downloads
Published
Issue
Section
License
As a journal Author, you have rights for a large range of uses of your article, including use by your employing institute or company. These Author rights can be exercised without the need to obtain specific permission.
Authors publishing in JTAF have wide rights to use their works for teaching and scholarly purposes without needing to seek permission, including: use for classroom teaching by Author or Author's institutionand presentation at a meeting or conference and distributing copies to attendees; use for internal training by author's company; distribution to colleagues for their reseearch use; use in a subsequent compilation of the author's works; inclusion in a thesis or dissertation; reuse of portions or extrcats from the article in other works (with full acknowledgement of final article); preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes (follow CC by SA License).
Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit (cite to the article or content), provide a link to the license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.