Analisis Penentuan Laju Infiltrasi dan Permeabilitas pada Beberapa Tutupan Lahan di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda

Askoni Askoni, Sri Sarminah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai laju infiltrasi, permeabilitas tanah serta hubungan  sifat fisik tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah pada tujuh tutupan lahan yaitu: lahan yang ditanami jabon dan kedelai, lahan yang ditanami sengon dan kacang tanah, lahan dengan jenis dominan Dipterocarpaceae, lahan dengan jenis tegakan campuran, tutupan lahan mulsa alang-alang penuh, tutupan lahan mulsa alang-alang selang-seling dan lahan terbuka di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan laju infiltrasi tertinggi berturut-turut yaitu pada lahan dominasi famili Dipterocarpaceae 1921,52 mm/jam, mulsa alang-alang penuh 1080,9 mm/jam, tegakan campuran 825,74 mm/jam, mulsa alang-alang selang seling 613,71 mm/jam, tanaman sengon dan kacang tanah 495,88 mm/jam, tanaman jabon dan kedelai 199,71 mm/jam dan lahan terbuka adalah 95,9 mm/jam. Pada lahan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae nilai laju infiltrasi paling tinggi dikarenakan tutupan lahan yang rapat dan kondisi serasah yang tebal sehingga membuat laju infiltrasi semakin meningkat. Permeabilitas tanah pada tutupan lahan berbeda yaitu mulsa alang-alang penuh 36,35 cm/jam, lahan jenis Dipterocarpaceae 30,27 cm/jam, mulsa alang-alang selang seling 27,93 cm/jam, lahan dengan tegakan campuran 25,5 cm/jam, lahan yang ditanami  sengon dan kacang tanah 23,06 cm/jam, lahan yang ditanami jabon dan kedelai 21,71  cm/jam dan pada lahan terbuka 11,82 cm/jam.


Full Text:

PDF

References


Aak. 1983. Dasar-dasar Bercocok Tanam. Kanisius. Yogyakarta.

Andayani, W, S. Laju Infiltrasi Tanah Pada Tegakan Jati di BKPH Subah KPH Kendal Unit I Jawa tengah. (Tidak Dipublikasikan)

Arifin, S. 2015. Studi Tentang Sifat Kimia Air dan Peresapan Air di Sub-sub DAS Lempake Samarinda. Skripsi Sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda. (Tidak Dipublikasikan).

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Budianto, P. T. H, Wirosoedarmo, R. dan Suharto, B. 2009. Perbedaan Laju Infiltrasi pada Lahan Hutan Tanaman Industri Pinus, Jati dan Mahoni. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Damanik, B. S. D. 2010. Pengaruh Penggunaan Mulsa Jerami Padi Terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah dan Laju Infiltrasi Pada Latosol Darmaga Bogor. Bogor. Skripsi Sarjana Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Tidak Dipublikasikan).

Hardjowigeno, 2010. Ilmu Tanah. Penerbit Akademika Presindo. Jakarta.

Hanafiah, K, A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hillel, D. 1971. Physical Principles and Process (Soil and Water). Academic Press. Newyork-London.

Karyati, Ardianto, S. Syafruddin, M. 2016. Fluktuasi Iklim Mikro di Hutan Pendidikan Fahutan Unmul. Samarinda. Agrifor 15(1) : 83-92

KRUS, 2013. Laporan Tahunan KRUS Tahun 2013.

Lee, R. 1998. Hidrologi Hutan (Terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sarminah, S. dan Indirwan. 2017. Kajian Laju Infiltrasi pada Beberapa Tutupan Lahan di Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat Kabupaten Kutai Timur. Agrifor XVI (2) : 301-310.

Seta, A. K. 1991. Konservasi Sumber Daya Alam Tanah dan Air. Kalam Mulia. Jakarta.

Setyowati, D. W. 2007. Sifat Fisik Tanah dan Kemampuan Tanah Meresapkan Airnya Pada Lahan Hutan, Sawah dan Pemukiman. Jurnal Geografi.

Suyartono, 2003. Good Mining Pratice: Konsep Tentang Pengelolaan Pertambangan yang Baik dan Benar. Studi Nusa, Semarang.

Suryatmojo, H. 2006. Peran Hutan Sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Thierfelder, C, Wall P, C. 2009. Effect of Conservation Agriculture Techniques on Infiltration and Soil Water Content in Zambia and Zimbawe. Soil Tillres 105:217-227.

Utaya, S. 2008. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Sifat Biofisik Tanah dan Kapasitas Infiltrasi di Kota Malang. Forum Geografi. Malang.

Yuwono, 2003. Karakteristik Biofisik Kawasan Hutan Register 19 Gunung Betung Sebagai Sumber Air Kota Bandar Lampung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.