CADANGAN KARBON DI WILAYAH PERKOTAAN TENGGARONG BERDASARKAN METODE KLASIFIKASI NDVI PADA CITRA SENTINEL 2-A

Yuan Mardiyatmoko, Ali Suhardiman

Abstract


Peran vegetasi menjadi penyerap CO2 menjadi bagian penting saat ini dalam rangka mengatasi pemanasan global. Karbon yang diserap oleh tanaman disimpan dalam bentuk biomasa kayu. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan penelitian terhadap cadangan karbon yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Penelitian dilakukan dengan melakukan klasifikasi terhadap citra satelit Sentinel 2-A melalui indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dikombinasikan dengan pengambilan data jenis, diameter dan tinggi pohon dilapangan melalui sampel plot. Klasifikasi NDVI dilakukan untuk mengetahui sebaran vegetasi yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Perhitungan biomassa menggunakan data pada sampel plot menggunakan persamaan alometrik yang sudah ada. Areal yang bervegetasi pada wilayah perkotaan Tenggarong sesuai klasifikasi NDVI citra satelit Sentinel 2-A berada pada kelas 4 dan 5 dengan luasan pada kelas 4 yaitu seluas 2.167,08 ha dan kelas 5 seluas 1.243,30 ha. Besaran karbon rata-rata pada kelas 4 sebesar 81,39 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 176.372, 45 ton-C dan besaran karbon rata-rata pada kelas 5 sebesar 90,32 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 112.290,71 ton-C. Besaran karbon keseluruhan pada wilyah perkotaan Tenggarong sebesar 288.663,16 ton-C.


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2011. Pengukuran dan Perhitungan Cadangan Karbon – Pengukuran Lapangan Untuk Penaksiran Cadangan Karbon Hutan (Ground Based Forest Carbon Accounting). SNI 7724. Badan Standardisasi Nasional.

Anonim. 2013. Pedoman Penggunaan Model Alometrik Untuk Pendugaan Biomassa dan Stok Karbon Hutan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Bogor. 44 h.

Anonim. 2015. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2016-2021.

Anonim. 2016. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim).

Freddy SW, Marwan, Nizamuddin. 2015. Klasifikasi Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Satelit Spot-6 di Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Besar. Seminar Nasional dan Expo Teknik Elektro 2015. ISSN: 2088-9984. 102-107.

Haruni K, Harbagung, IBP Parthama, Djoko W. 1996. Kajian Angka Bentuk Batang Untuk Pendugaan Volume Jenis-Jenis Hutan Alam. Prosiding Diskusi Hasil-Hasil Penelitian Dalam Menunjang Pemanfaatan Hutan Secara Lestari, Cisarua, Bogor. 177-191.

Haruni K, Wahyu CA, Rinaldi I. 2012. Monograf Model-Model Alometrik Untuk Pendugaan Biomassa Pohon Pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor. 140 h.

Sandra B, Ariel’E L. 1992. Aboveground Biomass Estimates For Tropical Moist Forests of the Brazilian Amazon. Interciencia. Vol 17. 8-18.

Sinergise. 2017. NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Tersedia pada http://www.sentinel-hub.com/eoproducts/ndvi-normalized-difference-vegetation-index. Diakses tanggal 6 Oktober 2017.

Vision on Tecnology (VITO). 2017. Indicator : NDVI – Vegetation health & density. Tersedia pada http://endeleo.vgt.vito.be/dataproducts.html#ndvi. Diakses pada 22 September 2017.

Zikri A. 2015. Estimasi Cadangan Karbon Pada Tutupan Lahan Hutan Sekunder, Semak dan Belukar di Kota Samarinda. Jurnal AGRIFOR. Volume XIV. ISSN : 1412-6885. 325-338.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.