Inventarisasi Cadangan Biji Gulma pada Lahan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Sumber Sari Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara
DOI:
https://doi.org/10.35941/jatl.2.2.2020.2812.118-129Keywords:
Cadangan benih gulma, inventaris, tanaman kelapa sawitAbstract
Cadangan benih gulma di tanah merupakan faktor penting untuk menentukan populasi, keanekaragaman, dan keanekaragaman cadangan benih gulma pada lahan tertentu yang dihasilkan oleh gulma sebelumnya dan juga dapat menjadi penentu metode pengendapan gulma di masa depan. Penelitian terkait untuk mengetahui cadangan benih gulma yang ditemukan di lahan perkebunan dan untuk mengetahui spesies gulma mana yang paling dominan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2019 di Desa Sumber Sari, Kabupaten Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan membandingkan hasil analisis vegetasi dan perkecambahan cadangan biji gulma, kemudian melakukan identifikasi menggunakan buku kunci identifikasi gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 16 spesies gulma yang dikembangkan: Cyperus rotundus (L), Centotheace lappaceae (L), Ludwigia pruviana (L), Borreria latifolia (A), Eleusine indica (L), Asystasia gangetica (L), Piper aduncum (L), Cleome rutidosperma (DC), Boreria repens (DC), Sphenoclea zeylanica (L) G), Peperomia pellucida (L), Melastoma malabatricum (L), Ludwigia palustris (L), Phyllantus urinaria (L), Cyperus kyllingia (E)) dan Echinocloa colonum (L). Cadangan benih gulma dominan pada kedalaman 0-10 cm adalah Echinocloa colonum (L), pada kedalaman 11-21 cm cadangan benih gulma dominan adalah Eleusine indica (L), dan pada kedalaman 21-30 cm pasokan benih gulma dominan adalah Echinocloa colonum (L).Downloads
References
De Gusman,C.C dan J.S Siemonsma.1999.Plant Resources Of South East AsianNO 13: SPICES. PROSEA.400p.
Djauhariya, E., dan Hernani. 2004. Gulma Berkhasiat Obat. Penebar Swadaya.Jakarta.
Breeden, G. 2010. Goosegrass (Eleusine indica). Turfgrass Weed Science at The University of Tennessee, Tennessee.
Espinar, J.L., K.Thompson,L., and V. García. 2005. Timing of seed dispersal generates a bimodal seed bank depth distribution. Amer. J. Bot. 92 : 1759- 1763.
Mangkoediharjo,S dan Samudro, G. 2010. Fitoteknologi Terapan. Graha ILMU. Yogyakarta.
Manzano, P., and J. E. Malo. 2007. Extreme long-distance seed dispersal via sheep. Front. Ecol. Environ.4:244-248.
Moenandir, J. 2006 Ilmu Gulma. Universitas Brawijaya Pers. Malang.
Mubarokah,N.2015.Inventarisai Cadangan Biji Gulma pada Lahan Sawah di Desa Bukit Raya Desa Karang Tunggal dan Desa Karang Rejo Kecamatan Tenggarong Sebrang. Skripsi.UNMUL.Samarinda.
Mugnisiah, W.1994.Tanaman Gulma.Rajawali:Pers.Jakata.
Sastroutomo, S. 1990. Ekologi Gulma. (ID): Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.
Setyamidjaja, D. 2006. Seni Budi Daya Kelapa Sawit. Kanisius. Yogyakarta.
Sinuraya, S,M. 2007. Gulma tanaman. Fakultas pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sundaru, M.Syam dan M. Bakar. 1976.Beberapa Jenis gulma Padi Sawah. Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor,Buletin Teknik No 1.
Tjitrosoepomo, G. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Yogyakarta.
Triharso. 1994. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Gajah Mada University Press. Yogyakata.
Tsuyuzaki, S., M. Goto. 2001. Persistence of Seed Bank Under Thick Volcanic Deposits Twenty Years After Eruptions of Mount Usu, Hokkaido Island, Japan.Amer. J. Bot. 88: 1813-1817.
Zadar, N, I. 2012. Botani Tumbuhan ( Famili Piperaceae ). Sulawesi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.