Efektivitas Biokonversi Limbah TanKos Kelapa Sawit Menggunakan Larva Hermetia illucens: Analisis Indeks Pengurangan Limbah dan Kualitas Pupuk Organik
DOI:
https://doi.org/10.30872/jatl.9.1.2026.25514.43-55Keywords:
Biokonversi, Fermentasi, Larva BSF, Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit, Pupuk organik padatAbstract
Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan dalam proses industri. Biokonversi menggunakan larva serangga, khususnya larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan limbah organik dengan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas larva BSF dalam biokonversi limbah TKKS berdasarkan Indeks Pengurangan Limbah (IPL), mengetahui kandungan hara pupuk organik padat hasil biokonversi, dan kesesuaiannya dengan syarat baku mutu pupuk organik padat dalam SNI 7763:2018. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Ilmu Tanah Gedung OECF, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit perlakuan dengan asal pakan fermentasi memiliki efektivitas lebih baik jika dilihat dari nilai IPL. Nilai IPL tertinggi 3,61%, sedangkan nilai IPL terendah 1,80%. Hasil analisis kandungan hara hasil biokonversi menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi pada kadar keasaman (pH) (9,83), N total (3,46%), K total (8,06%), C-organik (24,98%), dan C/N rasio (10,74) setiap perlakuan telah memenuhi standar baku mutu pupuk organik padat dalam Standar Nasional Indonesia 7763:2018. Kandungan kadar air pada hasil penelitian perlakuan T1U3 dan T2U3 lebih tinggi standar baku mutu pupuk organik padat yaitu 8 – 25%. Kandungan P total pada hasil penelitian belum mencapai batas minimal 2%.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.