Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Kolkisin
DOI:
https://doi.org/10.30872/jatl.8.2.2026.21392.69-75Keywords:
kolkisin, pare, poliploidiAbstract
Tanaman pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang tergolong dalam famili cucurbitaceae, yang tumbuhnya menjalar atau merambat dan mudah untuk dibudidayakan serta tumbuhnya tidak tergantung dengan kondisi musim. Permasalahan utama tanaman pare saat ini yaitu rendahnya tingkat produktivitas hanya sekitar 11,5 ton/ha sedangkan tingkat kebutuhan buah pare terus mengalami peningkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemuliaan tanaman dengan cara penggandaan kromosom (poliploid) menggunakan kolkisin, merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare. Poliploidi berpengaruh terhadap peningkatan ukuran nukleus, sehingga menyebabkan adanya penambahan ukuran sel dan jaringan, organ dan tanaman sehingga menyebabkan penampakan morfologis tanaman menjadi lebih besar dibandingkan tanaman diploid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kolkisin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare, serta menentukan dosis kolkisin terbaik untuk peningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman pare. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi kolkisin pada beberapa varietas tanaman pare (Momordica charantia L.) mampu meningkatkan hasil tanaman dan berbeda nyata dengan tanaman pare yang tidak diaplikasikan kolkisin. Aplikasi kolkisin dengan dosis 30 ppm memberikan hasil paling optimal, hal ini dapat diketahui dari parameter juppmaj buah, bobot buah, dan diameter buah. Sedangkan aplikasi kolkisin menyebabkan panjang sulur tanaman pare menjadi lebih pendek,dan meningkatkan ukuran luas daun, sehingga hal ini akan berdampak terhadap peningkatan proses fotosintesis tanaman
Downloads
References
Behera, P., Kumar, V., Sharma, S., Lenka, S., & Panda, D. (2022). Genotypic diversity and abiotic stress response profiling of short-grain aromatic landraces of rice (Oryza sativa L. Indica). Current Plant Biology, 33, 100269. https://doi.org/10.1016/j.cpb.2022.100269
Darko, C., Yeboah, S., Amoah, A., Opoku, A., & Berchie, J. N. (2020). Productivity of sweet potato (Ipomoea batatas (L) Lam) as influenced by fertilizer application in different agro-ecologies in Ghana. Scientific African, 10, e00560. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2020.e00560
Desai, B. . (2004). Seeds Handbook Biology, Production, Processing, and Storage Second Edition. Marcel Dekker.
Kishore, K., D., Samant, H. S., Singh, & Behera., S. (2017). Studies on the Reproductive Strategies of Sapota (Manilkara zapota). J. of Environmental Biology, 38, 361–366.
Lundqvist, U., Franckowiak, J. ., & Forster, B. (2012). Mutation catagories. In Plant Mutation Breeding and Biotechnology (Shu, Q.Y., et al. Eds). Plant Breeding and Genetics Section Joint FAO/IAEA Devision of Nuclear Techniques in Food and Agriculture International Atomic Energy Agency, 47–55.
Nasrudin, N., & Wahyudhi, A. (2021). Application of Liquid Silica Nutrients to Plant Growth Analysis and Rice Productivity Affected by Salt Stress (NaCl). International Journal of Agricultural System, 9(2), 91–102.
Nursyamsi, A., Nasrudin, N., & NurhidayahS. (2023). Pengaruh Jenis Pupuk Organik Dan Penjarangan Bakal Buah Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Melon. Jurnal Agrotek Tropika, 11(1), 119.
Ommezine, F., Ladhari, F., Nefzi, R., Harrath, M. A., & Haoula, R. (2012). Induction and Flow Cytometry Identification of Mixoploidi Through Colchicine Treatment of Trigonella foenum-graceum L. AFRICAN JOURNAL OF BIOTECHNOLOGY, 11, 16434–16442.
Rahman, H. ., Nasrudin, N., & Saleh, I. (2022). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang Akibat Pengurangan Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl. AGROTEKNIKA, 5(2), 107–117.
Ritongga, A., Gusmeizal, G., & Pane, E. (2020). Respon Pemberian Bokhasi Kandang Sapi Dan Berbagai Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pare (Momordica Charantia L.). Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA), 2, 1–10. https://doi.org/10.31289/jiperta.v2i1.80
Rosmiati, & Dani, J. (2015). Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Kolkisin pada Benih Semangka (Citrullus Lanatus (Thunb.) Matsum. Et Nankai) Terhadap Keragaan Tanaman. Jurnal Agrosamudra, 2(2).
Santosa, R., & Anggorowati, S. (1993). Pengaruh pemberian perlakuan colchisine terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Majalah Ilmiah Universitas Sudirman No.4 Th. XIX, 24–31.
Stern, N. (2007). The Economics of Climate Change. Stern Review. Cambridge: Cambridge University Press.
Syaifudin, A., Ratnasari, E., & Isnawati. (2013). Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Kolkisinterhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum)Varietas Lado F1. Jurnal Lentera Bio, 5(2), 167–171.
Tuyl, J. ., Van, B., Meijer, & Van, M. P. D. (1990). The Use of Oryzalin as an Alternative for Colchisine In-Vitro Chromosome Doubling of Lilium. Lily Yearbook of the Morth American Lily Soc, 43, 19–22.
Zulkarnain. (2004). The production of tetraploid Swainsona formosa By colchicines mutagenesis. Zuriat, 15(1), 60–64.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.