Identifikasi Jamur Entomopatogen dan Uji Patogenisitas Jamur Metarhizium sp. pada Spodoptera litura
DOI:
https://doi.org/10.30872/jatl.7.2.2025.18948.102-111Keywords:
jamur entomopatogen, uji patogenisitas, Metarhizium sp., Spodoptera litura, bioinsektisida.Abstract
Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan memanfaatkan musuh alaminya di alam sangat baik dilakukan, karena pengendalian secara biologis ini terjadi pengaturan populasi oleh pengendalian secara alaminya dan mengakibatkan terjadinya keseimbangan ekosistem baru. Jamur entomopatogen merupakan salah satu pengendalian alami dan dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan identifikasi jamur entomopatogen serta uji patogenisitas Metarhizium sp. hasil isolat sampel tanah pada lahan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan pada hama ulat grayak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 hingga bulan juni 2022 Lokasi pengambilan sampel tanah pada lahan pangan, hortikultura dan perkebunan di Samarinda, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei di lapangan, isolasi, identifikasi dan uji patogenisitas jamur entomopatogen terhadap larva T.molitor, disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan 5 ulangan dan uji lanjut patogenisitas jamur Metarhizium sp. terhadap S.litura menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Diperoleh sebanyak 7 isolat jamur entomopatogen yang berhasil diisolasi dan teridentifikasi yaitu Aspergillus sp dan Metarhizium sp. dari lahan pangan (P), Fusarium sp. dan Metarhizium sp. dari lahan tanaman hortikultura (H), Fusarium sp. , Metarhizium sp. dan Ashersonia dari lahan tanaman perkebunan (K) di Samarinda Kalimantan Timur. Jamur Metarhizium dapat menyebabkan kematian pada serangga uji Spodoptera litura dengan persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan isolat Metarhizium (P) dengan kerapatan konidia 2,3x106 konidia mL -1, isolat Metarhizium sp. (H) dengan kerapatan spora 1,1x106 konidia mL -1 dan isolat Metarhizium sp. (K) kerapatan spora 8,2x10⁵ konida mL -1 dengan persentase mortalitas 92-100% pada 6 dan 9 hari setelah aplikasi.Downloads
References
Amalia R. 2008. Ragam Cendawan Entomopatogen di Kawasan Cagar Alam Telaga Warna, Cisarua Bogor.
[Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor. [Indonesia].
Asensio L. 2003. Entomopathogenic fungi in soils from Alicante province. Laboratorio de Fitopatología.
Departamento de Ciencias Ambientales Recursos Naturales. Facultad de Ciencias. Universidad de
Alicante. Apdo. 99.03080 Alicante.
Erawati DN, Wardati I. 2016. Teknologi Pengendalian Hayati Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana
terhadap Hama Kumbang Kelapa Sawit (Oryctes rhinoceros). Fakultas Pertanian Politeknik Negeri
Jember. ISBN 978-602-14917-2-0.
Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
Gitahun MN. 2016. Metarhizium sp. isolated from dead Pachnoda interrupta (Coleoptera: Scarabaeidae) as a
potential entomopathogenic fungus for the pest insect: proof-of-concept for autodissemination.
International Journal Tropical of Insect Science 36(1):1-9.
Hasyim A, Setiawati W, Hudayya A, Luthfy N. 2016. Sinergisme jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae
dengan insektisida kimia untuk meningkatkan mortalitas ulat bawang Spodoptera exigua. Jurnal
Hortikultura 26(2): 257-266.
Kapriyant, Haryadi NT, Hasjim S. 2013. Patogenesitas isolat cendawan Metarhizium anisopliae entomopatogen
terhadap larva uret famili Scarbaieda. Berkala Ilmiah Pertanian, Fakultas Pertanian. Universitas Jember.
Prayogo Y, Tengkano W, Marwoto. 2005. Prospek cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae untuk
mengendalikan ulat grayak Spodoptera litura pada kedelai. Jurnal Litbang Pertanian 24 (1).
Pujiastuti Y, Erfansyah, Herlinda S. 2006. Keefektivan Beauveria bassiana (bals.) vuill. isolat indigenous pagar
alam Sumatera Selatan pada media beras terhadap larva Plutella xylostella Linn. (Lepidoptera:
Yponomeutidae). Jurnal Entomologi Indonesia 3(1): 30-40.
Samson RA., Evans HC, Latge JP. 1988. Atlas of Entomopathogenic Fungi. Springer-Verlag, New York..
Sanjaya., Nurhaeni H, Halim N. 2010. Isolasi, identifikasi, dan karakterisasi jamur entomopatogen dari larva
Spodoptera litura (fabricus). BionaturaJurnal Ilmu–Ilmu Hayati dan Fisik 12( 3): 0903-1411.
Wang C. Duan Z, St Leger RJ. 2008. MOS1 osmosensor of Metarhizium anisopliae is required for adaptation to
insect host hemolymph. Eukaryot Cell. 7:302–309.
Watanabe T. 2002. Pictorial Atlas of Soil And Seed Fungi: Morphologies of Culture Fungi and Key yo Species.
nd edition. CRC Press., Boc Raton.
Yanti I. 2013. Pengaruh Jamur Entomopatogen Metarhizium anisopliae terhadap Mortalitas Serangga
Penyerbuk Trigoma. sp. [Skripsi]. Jurusan Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. [Indonesia].
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.