Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) Terhadap Pupuk Kandang Ayam dan Kalium
DOI:
https://doi.org/10.30872/jatl.8.1.2025.18938.30-35Keywords:
Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.), pertumbuhan dan hasil, pupuk kalium, pupuk kandang ayamAbstract
Tanaman Bawang Dayak merupakan tanaman obat yang banyak tumbuh di Kalimantan dan berpotensi sebagai bahan obat modern sehingga diperlukan pengembangan dalam budidayanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pemberian pupuk kandang ayam dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil Bawang Dayak, serta mendapatkan dosis terbaik yang dapat memberikan hasil terbaik. Penelitian ini dilakukan di Desa Sekolaq Oday, Kutai Barat dari bulan Januari sampai April 2024. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan (p) yaitu p0 = 0; p1 = 100; p2 = 200; p3 = 300 g per polybag. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk KCl (K) dengan 4 taraf perlakuan (k) yaitu k0 = 0; k1 = 1; k2 = 2; k3 = 3 g per tanaman, dengan parameter yang diamati yakni tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah umbi tanaman, berat basah dan berat kering umbi. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis pupuk kandang ayam dan dosis KCl terhadap hampir seluruh parameter, hal ini disebabkan reaksi pemberian pupuk kandang ayam yang relatif lambat dan KCl yang memiliki sifat mudah larut dan hilang saat terjadi hujan. Pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang daun tanaman umur 1 dan 5 MST, serta jumlah daun tanaman umur 9 MST. Pemberian pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman umur 5 MST dan panjang daun tanaman umur 9 MST. Dosis pupuk kandang 300 g per polybag menghasilkan hasil tertinggi yaitu sejumlah 18,58 umbi, berat basah 46,83 g per rumpun dan berat kering 15,78 g per rumpun. Dosis pupuk KCl 3 g per tanaman menghasilkan hasil tertinggi pada penelitian ini yaitu sejumlah 17,50 umbi, berat basah 44,83 g per rumpun dan berat kering 14,47 g per rumpun.Downloads
References
Ekawati R, Saputri LH. 2018. Pengaruh cara pemberian pupuk organik cair vinasse terhadap pertumbuhan awal bawang Dayak (Eleutherine palmifolia). Jurnal Kultivasi 17 (3): 760-765.
Kusumawati, A. 2021. Buku Ajar Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Cetakan ke-1. Edisi ke-1. Poltek LPP Press. Yogyakarta.
Pangaribuan, D.H., Yasir, M., dan Utami, N.K. 2012. Dampak bokashi kotoran ternak dalam pengurangan pemakaian pupuk anorganik pada budidaya tanaman tomat. J. Agron. Indonesia. 40(3): 204-210.
Pitojo, S. 2003. Benih Bawang Merah. Cetakan ke-1. Kanisius. Yogyakarta
Putri, R, S., Pinaria, A, G. 2021. Penggunaan Kompos Chromolaena odorata untuk Meningkatkan Kalium Tanah. Jurnal Agroekoteknologi Terapan. 1(1): 15-17.
Subekti, H. F. D. 2005. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair terhadap Pertumbuhan Bibit Kafret (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Klon IRR 39 Asal Stum Mata Tidur di Polybag. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang.
Yustina, Yenti, R. 7., Taufik, H., Syapsan, Nita. 2019. Usaha home industry teh BADAK (Bawang Dayak) Eleutherine americana Merr pada komunitas BIJAK (Bunda Inovatif Jayapura Aktif Kreatif) di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. Unri Conference Series: Community Engagement. 4: 411-419.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain the copyright of articles published in Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab (JATL) and grant the journal the right of first publication.
Published articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), available at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Under this license, users may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the published material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the author(s) and JATL, a link to the license is provided, and any changes are clearly indicated.
If the material is remixed, transformed, or built upon, the resulting work must be distributed under the same license as the original. Users may not apply additional legal or technological restrictions that limit uses permitted by the license.
Authors may enter into separate arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the article, provided that its initial publication in JATL is acknowledged.
JATL does not require authors to transfer copyright to the journal.