REFLEKSI MASYARAKAT DAYAK TUNJUNG DALAM DONGENG AJI DAN KILIP BERSAUDARA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA AUGUSTE COMTE)
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.4495Keywords:
Kata kunci, auguste comte, dongeng aji dan kilip bersaudara, refleksi suku dayak tunjungAbstract
Abstrak
DongengAji dan Kilip Bersaudara adalah cerita rakyat yang lahir dan berkembang di masyarakat Dayak Tunjung Kalimantan Timur. Diceritakan bahwa kaum lelaki Dayak Tunjung yang berburu di dalam hutan dan di usik mahkluk gaib yang bernama Wok Lemo Bawo. Makhluk gaib tersebut tewas lalu tumbuhlah padi dan palawija. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dongeng Aji dan Kilip Bersaudara dengan menggunakan teori struktur faktual dan mendeskripsikan hokum tiga tahap menurut Auguste Comte dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara.
Penelitian ini menerapkan analisis pendekatan deskriptif kualitatif. Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang menggambarkan perkembangan masyarakat dengan analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan hasil penelitian. Analisis awalmenggunakan teori struktur factual untuk mendapatkan struktur cerita. Teori selanjutnya adalah hokum tiga tahap menurut Comte. Teori tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perkembangan masyarakat yang dialami tokoh dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara.
Hasil penelitian menunjukan struktur factual dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara terdapat alur, karakter, dan latar. Dongeng ini menggunakan alur maju, karakater yang terdapat dalam dongeng ini ialah karakter pemberani, penakut, dan rakus. Gambaran latar dalam dongeng yaitu di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Permasalahan yang terjadi di dalam dongeng menunjukkan refleksi masyarakat Dayak Tunjung pada tahap teologis masyarakat yakin dengan hal supernatural serta kemunculan benih tanaman dari muntahan makhluk gaib. Tahap metafisik mulai mendapat kesadaran akan sebab akibat tetapi masih tanpa verifikasi, tokoh Kilip penasaran mengapa tidak satu pun jerat- jerat tersebut membuahkan hasil. Tahap positif masyarakat berhasil membuat jalur perangkap diprediksi akan dilewati hewan darat, kejadian tersebut menandai pemikiran masyarakat di tahap positif.
Kata kunci: auguste comte, dongeng aji dan kilip bersaudara, refleksi suku dayak tunjung
References
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 2004. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algensindo.
BPS Kabupaten Kutai Barat. 2019. Kutai Barat Dalam Angka. Kutai Barat: BPS Kabupaten Kutai Barat
.2018. Statistik Daerah Kabupaten Kutai Barat. Kutai Barat: BPS Kabupaten Kutai Barat.
Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia: ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain.
Jakarta: Graffiti.
Faruk. 2013. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
.2015. Metode Penelitian Sastra (Sebuah Penjelajahan Awal). Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Hutomo, S.S. 1991. Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan: Surabaya HISKI Komisariat Jawa Timur.
Haryanto, sindung.2016. Spektrum Teori Sosial. Jogjakarta: Ar-ruzz Media. Juwaeni, Anang. 2016. “Perubahan Sosial Kehidupan Masyarakat Samin”.
Skripsi. Surabaya: Program Studi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UIN Sunan Ampel. http://digilib.uninsby.ac.id (diunduh pada 3 juli 2019).
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press
. 2013. Sastra Anak. Gadjah Mada University Press.
Pribadi, Moh. 2017. “Tahapan Pemikiran Masyarakat Dalam Pandangan Ibn Khaldun”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga. http://journal.uin-suka.ac.id (diunduh pada 08 mei 2019)
Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Pastra dari Strukturalisme Hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ritzer, George dan Douglas J. Goodman.2005. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.
Scott, Jhon. 2012. Teori Sosial: Masalah-Masalah Pokok Dalam Sosiologi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sulistyorini, Dwi, dan Andalas, Fajar, Eggy. 2017. Sastra Lisan. Malang: Madani. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
. 2014 Metode Penelitian Manajemen.Bandung: Alfabeta.
Soyomukti, Nurani.2016. Pengantar Sosiologi. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Soekanto, Soerjono. 2013.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajagrafindo
Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).