Pemanfaatan kayu resak (Vatica sp.) dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan
DOI:
https://doi.org/10.32522/ujht.v7i1.8363Keywords:
Kerapatan, keteguhan, mekanika, resak, standarAbstract
Lahan-lahan di daerah Kalimantan Timur yang terbiarkan diakibatkan karena beberapa faktor seperti modal, pemilik lahan jauh dari lokasi, tanah kurang subur untuk komoditi tanaman cepat panen dan sesungguhnya memilki banyak potensi jika dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini dikarenakan setelah beberapa tahun terlantar, umumnya lahan di Kalimantan Timur ini akan berubah menjadi layaknya hutan sekunder sehingga banyak ditumbuhi pohon-pohon pionir seperti jenis resak. Meskipun jenis resak cukup populer, namun sebagian masyarakat di Kalimantan Timur masih belum memanfaatkan dengan baik, terutama untuk menggantikan kayu-kayu yang sudah terkenal sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kayu resak dari lahan terbiarkan sebagai bahan konstruksi bangunan sesuai Standar Nasional Indonesia SNI yaitu SNI 03-3527. 1994 dan PKKI NI-5.2002. Sampel diambil mulai dari bagian pangkal, tengah dan ujung. Pembuatan sampel dan pengujian sifat fisika mekanika kayu menggunakan standar Jerman (DIN). Nilai keteguhan geser dan MoR masuk kelas kuat I, MoE dan keteguhan tekan sejajar serat masuk kelas kuat II. Dilihat dari nilai acuan kuat berdasarkan atas pemilahan mekanis pada kadar air 15% sesuai standar SNI keteguhan geser dan MoR masuk kategori E26, tekan sejajar serat E23 dan MoE dibawah E10.References
Bowyer, Jim, L. Shmulsky. Rubin, Haygreen. John.G. (2007). Forest Product and Wood Science an Introduction. Blackwell Publising Ltd.
Creswell, John W. (2017). Research Design : Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Forest Products Laboratory. (2021). Wood Handbook- Wood as an Engineering Material. General Technical Report FPL-GTR-282. Madison, WI: United States Department of Agriculture.
Haygreen, J.G. And J.L.Bowyer.(1996). Hasil Hutan dan Ilmu Kayu (Terjemahan Sujipto, A.H).Gadjah Mada University Press.Yogyakarta
Heyne, K., (1988). Tumbuhan Berguna Indonesia. Yayasan Sarana Wana Jaya, Departemen Kehutanan. Jakarta,
Hidayati, F., Ramadhani, A.P., Harry, P. dan S. Sunarti.( 2018). Pengaruh Kecepatan Pertumbuhan terhadap Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Acacia mangium Umur 4 tahun Asal Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Kehutanan. (12): 248-254.
Karyati, Ipor I.B., Jusoh, I. dan Wasli, M.E. (2016). Komposisi Famili Tingkat Semai dan Sapihan Pada Hutan Sekunder Berbeda Umur di Sarawak Malaysia. Agrifor. XV(2): 223-232.
Karyati, Ipor I.B., Jusoh, I. dan Wasli, M.E. (2017). Kehadiran dan Komposisi Permudaan Alami Berdasarkan Famili pada Lahan-lahan Terbiarkan di Sarawak, Malaysia. Prosiding Seminar Nasional Silvikultur Ke 4 dan Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia: Mengatasi Perubahan Iklim terhadap Kelestarian Sumberdaya Hutan dan Ekonomi Sumberdaya Hayati Pusat Pengkajian Perubahan Iklim, Universitas Mulawarman (P3I-UM).
Karyati, Widiati, K.Y. Karmini, dan Mulyadi, R. (2019). Development of Allometric Relationships for Estimate Above Ground Biomass of Trees in The Tropical Abandoned Land. Biodiversitas. 20 (12): 3508-3516.
Muslich, Mohammad & S. Rulliaty. (2016). Ketahanan 45 Jenis Kayu Indonesia Terhadap Rayap Kayu Kering dan Rayap Tanah. JurnalPenelitian Hasil Hutan. 20 (34): 51-59..
Panshin, A.J. and de Zeeuw. (1980). Textbook of Wood Technology. McGrawHill Book Co. New York
PKKI NI-5.2002. Tata Cara Perencanaan Kayu Konstruksi Indonesia. Badan Standardisasi Nasional.
Sari, N., Ernawati, dan Hapid, A. (2015). Sifat Mekanika Kayu Kemiri (Aleuritas moluccana Willd) Asal Sulawesi Tengah Berdasarkan Arah Aksial. Warta Rimba. 3(2): 73-79.
SNI 03-3527-1994. Mutu dan Ukuran Kayu Bangunan. Badan Standardisasi Nasional.
Soerianegara, I. dan R.H.M.J. Lemmens. (1994). Plant Resources of South East Asia No. 5 (1). Prosea, Bogor. Indonesia.
KLHK. (2020). Vademecum Kehutanan Indonesia. Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI-KLHK). Jakarta.
Widiati, K.Y. (2011). Sifat Fisika dan Mekanika Beberapa Jenis Kayu Non Dipterocarpaceae dari Kalimantan Timur. Prosiding MAPEKI XIV. Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI).
Widiati, K.Y. (2016). Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Lamina dari Jenis Liran. Lembusuana. XVI(185): 33-41.
Widiati, K.Y., Dayadi, I. dan Taruli, M.M. (2016). Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Ipil (Endertia spectabilis Steenis & de Wit Sidiyasa) Berdasarkan Letak Ketinggian dalam Batang. Agrifor. XV(1); 93-100.
Widiati, K.Y. (2017). Sifat Fisika dan Mekanika Laminasi dari Komposisi Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Kapur (Dryobalanops sp.) dan Meranti Kuning (Shorea sp.). Lembusuana. XVII(190): 1-6.