Analisis pengelolaan Bontang Mangrove Park sebagai obyek ekowisata Taman Nasional Kutai

Authors

  • Naufal Akhdan Amru Dhaffa Faculty of Forestry Mulawarman University
  • Mustofa Agung Sardjono Faculty of Forestry Mulawarman University
  • Rujehan Rujehan Faculty of Forestry Mulawarman University
  • Rochadi Kristiningrum Faculty of Forestry Mulawarman University

DOI:

https://doi.org/10.32522/ujht.v7i2.8189

Keywords:

Analisis SWOT, Bontang Mangrove Park, ekowisata, pengelolaan

Abstract

Ekowisata adalah konsep pengembangan pariwisata yang dilakukan pada tempat alami untuk mendukung upaya konservasi, kelestarian sumber dayaalam dan meningkatkan pendapatan. Bontang Mangrove Park memiliki banyak potensi pengembangan untuk menjadi salah satu kawasan obyek ekowisata. Metode analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor sistematis yang diharapkan dapat menetapkan isu-isu strategis yang berkembang dalam rangka meningkatkan keberhasilan pengelolaan Bontang Mangrove Park. Analisis SWOT di gunakan dalam riset ini untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan penunjang, mengetahui faktor internal dan eksternal serta menetapkan posisi pengembangan obyek ekowisata Bontang Mangrove Park. Hal tersebut menunjukkan bahwa faktor pengembangan dan penunjang obyek ekowisata Bontang Mangrove Park dengan skor tertinggi yaitu adanya peraturan dan perundangan yang mendukung ekowisata. Faktor penghambat dari pengembangan obyek ekowisata Bontang Mangrove Park dengan skor tertinggi yaitu pelayanan petugas ekowisata terhadap pengunjung kurang optimal dikarenakan belum memadainya kuantitas dan kualitas SDM untuk mengelola obyek ekowisata Bontang Mangrove Park tersebut. Hasil analisis SWOT obyek ekowisata Bontang Mangrove Park terletak pada kuadran I dengan adanya keanekaragaman yang tinggi dan didukung dengan kebijakan perundang-undangan yang ada dan hal ini sangat menguntungkan bagi peningkatan ekowisata Bontang Mangrove Park.

References

Aliman M. 2017. Pemanfaatan media sosial dalam ekowisata air terjun di Sumatera Barat (sebuah tinjauan teoritis). Jurnal Spasial, 4(2): 46-55.

Bisjoe A. 2018. Menjaring data dan informasi penelitian melalui FGD (focus group discussion): belajar dari praktik lapang. Info Teknis Eboni, 15(1), 17–27.

Hanum F, Reiza D, Dadang S, Budi M. 2021. Strategi pengembangan potensi ekowisata di desa malatisuka. Jurnal Master Pariwisata, 8 (1):22-45.

Jamil RS, Waluya B. 2016. Pengaruh elemen ekowisata terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Jurnal Pendidikan Geografi, 16(1): 88-92

Kristiana, Yustisia. 2020. Buku ajar studi ekowisata. Penerbit Dipublish.Yogyakarta

Ningsih, Wida. 2019. Strategi pengelolaan kebun raya balikpapan (krb) sebagai kawasan ekowisata. Universitas Mulawarman. Balikpapan.

Rangkuti F. 2019. Analisis SWOT teknik membedah kasus bisnis, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Riantoro D, Aninam J. 2021. Analisis SWOT untuk strategi pengembangan objek wisata hutan bakau kormun wasidori arfai manokwari. Lensa Ekonomi, 15 (1): 151-172.

Seifi F, Ghobadi GB. 2017. The role of ecotourism potentials in ecological and environmental sustainable development of miankaleh protected region. Journal of Geology, 7, 478-487.

Suryajaya, Mahendra IPA, Adikampana, Made. 2019. Dampak ekonomi ekowisata air terjun suranadi terhadap masyarakat lokal di Jatiluwih. Jurnal Destina Pariwisata, 7 (2): 315-325.

Sutara DA. 2018. Potensi ekowitasa pemandian aek manik di kecamatan sidak manik kabupaten simalungun. medan. Universitas Sumatera Utara.

Zilfana. 2021. Analisis strategi SWOT dalam pengambangan potensi ekowisata di Kalimantan Timur. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 6(2):11-20.

Ziku RM. 2015. Partisipasi Masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Jurnal Master Pariwisata, 2(1): 1-21.

Downloads

Additional Files

Published

2023-09-28

Issue

Section

Articles