Valuasi Ekonomi Air di Kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh; Studi Kasus di Desa Seberang Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi

Adinda Natasya Putri, Nurul Qomar, Nur Suhada

Abstract


Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki peranan penting sebagai pengatur tata air bagi masyarakat dan industri di sekitar, termasuk di Desa Seberang Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi. Namun, alih fungsi lahan dan perambahan hutan berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas air. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung nilai ekonomi pemanfaatan air dan menganalisis kesediaan masyarakat dan industri untuk mendukung pelestarian Hutan Lindung Bukit Betabuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara survei kepada 86 kepala keluarga sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Responden dari sektor industri pabrik kelapa sawit ditentukan dengan cara sensus. Secara kuantitatif, data dianalisis menggunakan biaya pengganti (substitute price) dan contingent valuation methods (CVM) dengan pendekatan willingness to pay (WTP) dan willingness to contribute time (WTCT). Data juga dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pemanfaatan air sebesar 488.491,36 m3/tahun dengan nilai ekonomi sebesar Rp.1.106.593.247,20/tahun. Nilai kesediaan untuk kegiatan rehabilitasi hutan secara moneter (WTP) sebesar Rp.44.236.950/tahun dan non moneter sebesar (WTCT) 3.521,80 jam/tahun atau Rp.75.014.439/tahun. Dengan demikian, Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki nilai ekonomi yang penting sebagai pengatur tata air dan adanya kesediaan untuk mendukung upaya rehabilitasi hutan melalui kontribusi moneter dan nonmoneter.


Keywords


CVM; Hutan Lindung Bukit Betabuh; Valuasi Ekonomi; WTCT; WTP

Full Text:

PDF

References


Afiatun, E., Wahyuni, S., & Hamdan, F. (2019). Perbandingan komposisi koagulan biji kelor (Moringa oleifera), biji asam jawa (Tamarindus indica L.), dan aluminium sulfat (Al₂(SO₄)₃) untuk menurunkan kekeruhan air Sungai Citarum Atas Ciparay Kabupaten Bandung. Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, 2(1), 21-30.

Alfaro, J., & Sánchez, M. (2022). Economic valuation of water ecosystem services: A review of contingent valuation applications. Water Resources Management, 36(5), 1523-1540.

Ariftia, R, I., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2014). Nilai ekonomi total hutan mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari, 2, 19-28.

Arikunto, S. (2011). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Askoni, & Sarminah, S. (2018). Laju infiltrasi dan permeabilitas pada beberapa tutupan lahan di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda. Ulin: Jurnal Hutan Tropis, 2(1), 6-15.

Azzahra, F., Suwarno, E., & Insusanty, E. (2022). Valuasi nilai ekonomi fungsi hidrologis Cagar Alam Bukit Bungkuk di Desa Merangin Kabupaten Kampar. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 17(2), 111-122.

FAO Corporate Document Repository. (2000). Application of contingent valuation method in developing countries. FAO Economic and Social Development.

Fitriandhini, D., & Putra, A. (2022). Dampak kerusakan ekosistem hutan oleh aktivitas manusia: tinjauan terhadap keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan, 3(3), 217-226.

Karyati. (2023). Valuasi fungsi hidrologis hutan pada hulu daerah aliran Sungai Suso sebagai penyuplai kebutuhan air bagi masyarakat di Kabupaten Luwu (Tesis, Universitas Hasanuddin).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Studi kualitas air minum rumah tangga di Indonesia. Kemenkes RI.

Khalistasari, L. Y., & Lusno, M. F. D. (2025). Analisis praktik pengelolaan air minum rumah tangga di Indonesia berdasarkan tradisi dan tantangan akses air aman. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 5(2), 1029-1036.

Nolarian, E. (2021). Collaborative governance dalam melindungi Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2019. JOM FISIP, 8(2), 1-11.

Ofori, R. O. (2023). Willingness to contribute time versus willingness to pay for the management of harmful algal blooms. Phycology, 3(3), 382-393.

Pratama, H., Yuwono, S, B., Kaskoyo, H., & Bakri, S. (2018). Nilai ekonomi pemanfaatan jasa air daerah aliran Sungai Way Betung. Jurnal Sylva Lestari, 6(3), 9-17.

Putra, A., Dewata, I., & Gusman, M. (2021). Literature reviews: Hydrometeorological disasters and climate change adaptation efforts. Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education, 5(1), 7-12.

Putri, P. R. D., Yuwono, S. B., Yuwono, & Qurniati, R. (2013). Nilai ekonomi air daerah aliran sungai (DAS) Way Orok Sub DAS Way Ratai Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Jurnal Sylva Lestari, 1(1), 37-46.

Rode, J., Gómez-Baggethun, E., & Krause, T. (2015). Motivation crowding by economic incentives in conservation policy: A review of the empirical evidence. Ecological Economics, 117, 270-282.

Rohima, S. (2020). Ekonomi Publik. Unsri Press.

Salim, A. G., Dharmawan, I. W. S., & Narendra, B. H. (2019). Pengaruh perubahan luas tutupan lahan hutan terhadap karakteristik hidrologi DAS Citarum Hulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 333-340.

Salsabila, A., & Nugraheni, I. L. (2020). Pengantar hidrologi. AURA.

Srihardjono, N. B., & Walla, M. M. (2025). Penyediaan air bersih berbasis pemberdayaan masyarakat (studi kasus program HIPPAM Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu). Reformasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 15(1), 125-136.

Su, H., & Wang, H. (2019). A review of preference uncertainty in contingent valuation method. Resources Science, 41(12), 2311-2322.

Sulistyawan, B. S., Resosudarmo, B. P., Verburg, R. W., Verweij, P., Amalia, M., & Bockarjova, M. (2022). Economic valuation of water services related to protected forest management: a case of Bukit Batabuh in the RIMBA corridor, Central Sumatra, Indonesia. Environment, Development and Sustainability, 24(7), 9330-9354.

Taye, T. T., Mawugatie, T. W., & Estifanos, T. K. (2025). Unfulfilled promises, illegal resource extraction, and the legitimacy of park management in Ethiopia. Ecology and Society, 30(4), 41-52.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. 2002 Analisis Data Kualitatif. Ul-Press

Tilahun, M., Vranken, L., Muys, B., Deckers, J., Gebregziabher, K., Gebrehiwot, K., Bauer, H., & Mathijs, E. (2013). Rural households’ demand for frankincense forest conservation in Tigray, Ethiopia: A contingent valuation analysis. Land Degradation & Development, 26, 207–216.




DOI: http://dx.doi.org/10.32522/ujht.v10i2.27843

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Adinda Natasya Putri, Nurul Qomar, Nur Suhada

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ulin : Jurnal Hutan Tropis

Forestry Faculty of Mulawarman University

Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123

E-Mail: ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id

Support Contact

Lisa Andani
Phone: 0831-5359-8753
Email: ulin.jhuttrop@gmail.com

Description: Description: UJHT Visitors Stats Description: Creative Commons License
ULIN: Jurnal Hutan Tropis by http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/UJHT/ eISSN: 2599-1183 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International