Peranan Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air di Taman Wisata Alam Buluh Cina Provinsi Riau
Abstract
Taman Alam Buluh Cina memiliki fungsi ekologis sebagai daerah aliran sungai dengan potensi pengembangan pemanfaatan sumber daya udara yang sangat dipengaruhi oleh interaksi dan peran strategis berbagai aktor yang terlibat dalam pengelolaannya. Studi ini menggunakan metode analisis MACTOR (Matriks Aliansi dan Konflik: Taktik, Tujuan, dan Rekomendasi) untuk meneliti keseimbangan kekuasaan, tingkat pengaruh, dan saling ketergantungan antar aktor. Analisis mengidentifikasi sepuluh aktor kunci: BBKSDA Riau, masyarakat lokal, pemerintah desa, Pokdarwis, BPDAS Indragiri Rokan, BWS Sumatera III, DLHK Riau, Dinas Pariwisata Riau, akademisi, dan Bapeda Kabupaten Kampar. Berdasarkan analisis pengaruh dan saling ketergantungan, terdapat dua aktor dominan di Kuadran I: BBKSDA dan masyarakat lokal, keduanya memiliki pengaruh tinggi dan saling ketergantungan rendah. Aktor kedua ini berfungsi sebagai pusat otonomi dalam pengambilan keputusan karena keterlibatan langsung mereka dalam pengelolaan teknis wilayah tersebut. Secara keseluruhan, semua aktor menunjukkan tingkat kesepakatan (konvergensi) yang tinggi terkait tujuan pengelolaan berkelanjutan, khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya air, pengembangan pariwisata, dan keterlibatan masyarakat setempat. Tingkat konvergensi tertinggi diidentifikasi antara BBKSDA Riau, pemerintah desa, dan Pokdarwis. penelitian ini merekomendasikan implementasi kerangka kerja tata kelola kolaboratif sebagai pendekatan strategi untuk memastikan penggunaan jasa ekosistem air yang berkelanjutan di TWA Buluh Cina.
Full Text:
PDFReferences
Ariyani, N., Fauzi, A. and Umar, F. (2020) ‘Model hubungan aktor pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi pariwisata Kedung Ombo’, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(2), pp. 357–378. Available at: https://doi.org/10.24914/jeb.v23i2.3420.
Daminello C J et al. (2021) ‘Exploring perceptions of stakeholder roles in ecosystem services coproduction’, Ecosystem Services, 51(November 2019), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2021.101353.
Darmansyah, R. and Amin (2021) ‘Koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Pemerintah Desa Dan Lembaga Adat dalam menjaga kearifan lokal Taman Wisata Alam Desa Buluh Cina tahun 2017-2018’, JOM FISIP, 8(1), pp. 1–14.
Desti, I. and Ula, A. (2021) ‘Analisis Sumber Daya AIr’, Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI), 3(2), pp. 17–24.
Edorita, W. and Jayakusuma, Z. (2018) ‘Implementasi Nilai-Nilai Adat dan Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Hutan, Sungai Dan Danau Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar’, Riau Law Journal, 2(2), p. 262. Available at: https://doi.org/10.30652/rlj.v2i2.6201.
Gapinski, C.M., Vollheyde, A.L. and Haaren, C. Von (2022) ‘Application of the ecosystem services concept in stakeholder communication — Results of a workshop including a planning game at the Lower Mulde River ( Dessau ‐ Roßlau , Germany )’, Int Rev Hydrobiol, 107(1), pp. 128–139. Available at: https://doi.org/10.1002/iroh.202002080.
Hoelman, M.B. et al. (2015) PANDUAN SDGs Untuk Pemerintah Daerah (Kota dan Kabupaten) dan Pemangku Kepentingan Daerah.
Juandi, M., Malik, U. and Surbakti, A. (2019) ‘Teknologi pengolahan air gambut menjadi air bersih dengan sistem koagulan dan filtrasi di Desa Buluh Cina , Kecamatan Siak Hulu , Kampar’, in Unri Conference Series: Community Engagement, pp. 325–332.
Junika, C.C. (2019) Analisis manfaat ekonomi dan peran stakeholder di wisata telaga ngebel kabupaten ponorogo jawa timur. Institut Pertanian Bogor.
Noor, M. (2023) ‘Strengths and Interests Between Actors in Collaborative Governance : Review of the Riverside Settlement Revitalization Policy in Banjarmasin City’, Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 27(11), pp. 93–106.
Pambudi, A.S. and Pramujo, B. (2025) ‘Peran Konservasi Sumber Daya Air dalam Pembangunan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Berkelanjutan’, Bulletin of communiy engagement, 5(1), pp. 1–17.
Rismunandar, Kusmana, cecep and Syaufina, L. (2016) ‘Policy Strategy for Sustainable Water Environment Services Management at Mount Ciremai’, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 6(2), pp. 187–199.
Rosalinda, S. et al. (2022) ‘Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan mata pencaharian petambak garam di Madura menggunakan metode micmac’, jurnal teknologi industri pertanian, 16(3), pp. 298–308. Available at: https://doi.org/10.21107/agrointek.v16i3.12965.
Sentosa, S. (2021) Pengembangan destinasi Wisata Desa Buluh Cina dalam mewujudkan smart village (Desa Cerdas) Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kampar. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Fauzi A. 2019. Teknik analisis keberlanjutan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sanin B. 2011. Sumber Daya Air dan Kesejahteraan Publik. Bogor: IPB Press.
[Kemenhut]. Kementerian Kehutanan. 2013. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.64/Menhut-II/2013 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Jakarta.
[Menlhk]. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor Nomor P.18/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 Tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam.
[RPJP TWA]. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Taman Wisata Alam Buluh Cina. 2019-2028. Pekanbaru. Riau.
[UU]. Undang-Undang Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
[UU]. Undang-Undang Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
DOI: http://dx.doi.org/10.32522/ujht.v10i1.27316
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 anisa munthe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ulin : Jurnal Hutan Tropis |
Forestry Faculty of Mulawarman University Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123 E-Mail: ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id |
Support Contact Lisa Andani |
|


