PENENTUAN POTENSI COAL BED METHANE MELALUI PERHITUNGAN GAS CONTENT PADA SEAM BATUBARA FORMASI MUARAENIM
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtg.v5i1.5435Keywords:
coal bed methane, gas content, formula kim.Abstract
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam, baik sumberdaya alam yang bersifat terbarukan maupun non terbarukan. Salah satu sumber saya yang non terbarukan tetapi jumlahnya melimpah di Indonesia adalah batubara. Batubara di Indonesia sebagian besar tersebar di pulau Sumatra dan juga Kalimantan. Untuk di pulau sumatera, tepat nya di sumsel, batubara melimpah di formasi muara enim. Adapun batubara di muara enim sebagian besar merupakan kualitas rendah, sedangkan sisanya adalah kualitas tinggi. Batubara kualitas tinggi biasanya digunakan guna pembangkit listrik tenaga uap. Seiring berjalannya waktu, batubara kualitas tinggi semakin habis. Diperlukan inovasi guna memanfaatkan batubara kualitas rendah yang melimpah tersebut. Yaitu dengan coal bed methane. CBM merupakan gas Methane yang terdapat dan terbentuk pada Batubara selama terjadi aktivitas mikrobial (biogenic) atau panas (thermogenic) dalam proses pembentukan Batubara. Gas ini terbentuk selama proses pematangan dari batubara. Salah satu hal yang berperan besardalam cbm adalah nilai gas content (GC) dan gas in place (GIP). gas content merupakan banyaknya kandungan gas meterkubik per ton,sedangkan gas in place merupakan jumlah gas yang terkandung pada area tertentu. nilai gas content di dapatkan dari perhitungan metode kim menggunakan data proksimat batubara sedangkan gas in place didapatkan dari perhitungan rumus mavor&netson. Berdasarkan perhitungan formula kim dan rumus mavor&netson lokasi penelitian berpotensi sebagai pengembangan Coal Bed Methane.
References
Arbi, Hafsanjani. 2018. Optimalization data cleat, proximate and well log for preliminary study of coal bed methane, PIT “Arnika”, West Banko, Tanjung Enim. Thesis of Faculty of Geological Engineering, Unpad.
Asmina, Ana., Sutriyono, Edy., Hastuti, E.W.D., (2017). Gas Content Appraisal of Shallow Coal Seams In The South Palembang Basin Of South Sumatr. International Journal of GEOMATE, Vol.12, Issue 33, pp. 45-52.
Bishop, M. G. (2001). South Sumatra Basin Province, Indonesia: The Lahat/Talang Akar – Cenozoic Total Petroleum System. Colorado: USGS
De Coster. (1974). The Geology of the Central and South Sumatera Basin. Proceeding Indonesia Petroleum Association – 3rd Annual Convention. p.77-105.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2015. Potensi Coal Bed Methane di Indonesia. Pusat Sumber Daya Geologi – Badan Geologi: Bandung.
Mavor, Matt & Nelson, Charles R. 1997. Coalbed reservoir gas-in-place analysis. Chicago: Gas Research Institute.
Pulunggono, A., Sulaksono, A.H., Kosuma, C.G. (1992). Pre-Tertiary and Tertiary Fault Systems as A Framework of The South Sumatera Basin A Study Of Sar- Maps. Proceedings Indonesian Petroleum Association, Twenty First Annual Convention.
Reza, M. 2018. Gas in Place Prediction Of Coal Bed Methane Exploration With Proximate Data, Pit “Hmg”, West Banko, South Sumatra. Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran. Bandung.
Yudi, Tryono. 2014. Gas Metana Batubaraenergi Baru, Peranan Pusdiklat Migas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).