POTENSI AIR TERJUN DANGGANG SAPAYA SEBAGAI OBJEK GEOWISATA KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.30872/jtg.v5i1.5350Keywords:
Geowisata, Patahan, Erosi, Formasi, Danggang SapayaAbstract
Air terjun merupakan fenomena bentang alam yang menarik, karena biasanya berkaitan dengan struktur geologi (patahan). Air terjun sendiri memiliki formasi aliran air yang jatuh dari ketinggian tertentu serta mengalir melalui sebuah formasi batuan yang mengalami macam-macam erosi. Di Indonesia terdapat banyak air terjun yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri, banyak air terjun yang sudah dijadikan sebagai tempat wisata alam serta masih banyak pula air terjun yang masih belum terlalu dikenal oleh masyarakat, salah satunya adalah air terjun Danggang Sapaya. Air terjun Danggang Sapaya dapat dijadikan sebagai objek geowisata karena memiliki kekayaan struktur geologi yang unik sehingga menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi, dan jika dijadikan objek geowisata diharapkan dapat menjadi salah satu nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kecamatan Bongaya kabupaten Gowa serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Penelitian yang digunakan dengan melakukan pengamatan secara langsung mengenai potensi kekayaan alam dari air terjun Danggang Sapaya itu sendiri dan pemanfaatannya sebagai objek geowisata. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data lapangan melalui kegiatan penelitian untuk mengetahui keadaan dan kondisi geologi dari air terjun Danggang Sapaya selanjutnya melakukan analisis data secara kualitatif yang mengacu pada klasifikasi kelayakan dan kesiapan air terjun sebagai objek geowisata dan deskriptif kuantitatif yang mengacu pada penilaian potensi geowisata (nilai edukasi, ekonomi, konservasi dan nilai tambahan). Hasil yang akan diperoleh dari air terjun Danggang Sapaya adalah kelayakannya sebagai objek geowisata yang akan dikunjungi masyarakat serta potensi yang akan dirasakan oleh masyarakat kecamatan bongaya yang bernilai ekonomi dan sebagai objek wisata yang dikunjungi masyarakat diluar Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
References
Guskarnali., Irvani., Andini, D.E., & Amelia, R. (2019). Kajian Potensi Air Terjun Penyaber Sebagai Objek Geowisata Desa Keposang-Toboali. Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat, 3, 191-195.
Hardiyono, A., Syafri, I., Rosana, M.F., Yuningsih, E.Y., Herry., & Andriany, S.S. (2015). Potensi Geowisata Di Kawasan Teluk Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution, 13(2), 119-127.
Rahmawati, D. (2018). Potensi Geowisata Tebing Breksi Sebagai Obyek Wisata Geologi di Yogyakarta. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo.
Sidarto., & Hartono, U. (2009). Identifikasi Gunungapi Purba Di Daerah Sapaya, Sulawesi Selatan Pada Data Inderaan Jauh. Bandung: Pusat Survei Geologi.
Sompotan, A.F. (2012). Struktur Geologi Sulawesi. Bandung: Perpustakaan Sains Kebumian Institut Teknologi Bandung.
Sukamto, R., & Supriatna. (1982). Geologi Lembar Ujungpandang, Benteng, dan Sinjai, Sulawesi Selatan. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright Notice

Authors who publish in Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).