Hubungan Status Ekonomi Dengan Keputusan Penggunaan Alat Ortodonti Cekat Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

Authors

  • Izmiana Garcia Khadijah Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Listiyawati Listiyawati Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Dame Rimmauli Simbolon Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Saiful Rokhim Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Sylvia Agustin Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30872/MOLAR.v6i2.14697

Keywords:

status ekonomi, keputusan, perawatan alat ortodonti cekat.

Abstract

Maloklusi, salah satu kelainan gigi dan mulut yang menempati urutan ketiga terbanyak di Indonesia, setelah penyakit periodontal dan karies gigi. Perawatan ortodonti dilakukan untuk menjaga jaringan pendukung gigi tetap sehat dan menciptakan oklusi yang fungsional serta meningkatkan estetika. Dalam perawatan ortodonti, faktor yang perlu dipertimbangkan adalah status ekonomi pasien. Untuk melihat hubungan status ekonomi dengan keputusan penggunaan alat ortodonti cekat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pemilihan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional pada 201 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang tidak pernah atau tidak sedang menggunakan alat ortodonti cekat, yang terpilih secara random stratified sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner status ekonomi dan keputusan penggunaan alat ortodonti cekat. Data diolah dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan status ekonomi terbanyak adalah kriteria tinggi (71,1%) dan keputusan penggunaan alat ortodonti cekat terbanyak adalah kriteria tinggi (53,2%). Korelasi status ekonomi dengan keputusan penggunaan alat ortodonti cekat menunjukkan p = 0,560 (p > 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat korelasi yang bermakna antara status ekonomi dengan keputusan penggunaan alat ortodonti cekat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.

Author Biographies

  • Izmiana Garcia Khadijah, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

    Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

  • Listiyawati Listiyawati, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

    Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

  • Dame Rimmauli Simbolon, Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

    Departemen Ortodonti, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

  • Saiful Rokhim, Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
    Departemen Ortodonti, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
  • Sylvia Agustin, Program Studi Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman
    Departemen Radiologi Dental

References

Ulliana, et al. Kesehatan Gigi dan Mulut. Purbalingga: CV. Eureka Media Aksara. 2023

Adha M. A. R., Wibowo D., Rasyid N. I. Gambaran Tingkat Keparahan Maloklusi Menggunakan Handicapping Malocclusion Assesment Record (HMAR) pada Siswa SDN Gambut 10. Dentin: Jurnal Kedokteran Gigi. 2019; 3 (1): 1-9.

Utari T. R., Putri M. K. Orthodontic Treatment Needs in Adolescents Aged 13-15 Years Using Orthodontic Treatment Needs Indicators. Journal of Indonesian Dental Association: 2019; 2 (2): 49-55.

Kurniawan F. K. D., Syada A. N., Wibowo D. Perbandingan Tingkat Keparahan dan Tingkat Kebutuhan Perawatan Ortodonti Menggunakan Malalignment Indeks. Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi. 2017; 2 (2): 78-83.

Suala H. N., Wibowo D., Setyawardhana R. H. D. Kebutuhan Perawatan Ortodonti berdasarkan Index Orthodontic Treatment Need pada Remaja. Dentin: Jurnal Kedokteran Gigi. 2021; 5 (3): 129-133.

Soeprapto, A. Pedoman dan Tatalaksana Praktik Kedokteran Gigi. Yogyakarta: Bina Insan Mulia. 2017

Fajriani M. Status Sosio-Ekonomi dan Kebutuhan Perawatan Ortodonti pada Anak Usia Remaja. Universitas Hasanuddin. 2020

Suwandi T. Keterkaitan Antara Bidang Orthodonti dan Periodonti dalam Perawatan Estetika Rongga Mulut. JKGT: Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu. 2020; 2 (1): 68-74.

Sutjiati R. Peranti Ortodonti Lepasan. Jember: UPT Penerbitan Universitas Jember. 2020

Wahyuni S., Nurhayati M., Septiana R. Korelasi Status Sosial Ekonomi terhadap Kejadian Karies Gigi Anak TK Bina Putra II Sukarame Palembang. JKGM: Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut. 2023; 5 (1): 14-22.

Oley A. B., Aninditas P. S., Leman M. A. Kebutuhan Perawatan Ortodonti berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need pada Usia Remaja 15-17 Tahun. Journal e-Gigi. 2015; 3 (2): 292-297.

Hansu C., Anindita P. S., Mariati N. W. Kebutuhan Perawatan Ortodonsi berdasarkan Index of Orthodontic Treatment Need di SMP Katolik Theodorus Kotamobagu. Jurnal e-Gigi. 2013; 1 (2): 99-104.

Mas’ud N. W. Persepsi Masyarakat terhadap Perawatan Ortodontik yang Dilakukan oleh Pihak Non Profesional. Universitas Hasanuddin. 2014

Downloads

Published

2026-09-28

How to Cite

Hubungan Status Ekonomi Dengan Keputusan Penggunaan Alat Ortodonti Cekat Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. (2026). Mulawarman Dental Journal, 6(2), 8-15. https://doi.org/10.30872/MOLAR.v6i2.14697

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)