GAYA BAHASA MAJALAH NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA EDISI JULI-DESEMBER 2018
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.3027Keywords:
gaya bahasa, makna, majalah National Geographic Indonesia, stilistikaAbstract
Gaya bahasa merupakan salah satu unsur yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas keindahan dalam sebuah tulisan. Penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam majalah juga mampu menambah nilai dalam sebuah informasi yang dapat menarik minat baca masyarakat, khususnya pada majalah National Geographic Indonesia edisi Juli sampai Desember 2018, memuat berbagai informasi dari berbagai belahan dunia. Penelitian ini ditujukan pada beberapa topik konten lokal yang berasal dari Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini ialah (1) jenis gaya bahasa, dan (2) makna gaya bahasa. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung gaya bahasa. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat menggunakan instrument berupa kartu data. Teknik analisis data menggunakan tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Simpulan dalam penelitian ini ialah majalah National Geographic Indonesia mempergunakan berbagai macam majas atau gaya bahasa. Jenis gaya bahasa diklasifikasikan menurut teori stilistika dari Tarigan. Gaya bahasa perbandingan jenis yang ditemukan meliputi, perumpamaan, metafora, personifikasi, pleonasme, perifrasis, prolepsis dan koreksio. Gaya bahasa pertentangan meliputi hiperbola, litotes, ironi, oksimoron, paranomasia, satire, paradoks, apostrof, hipalase, dan sarkasme. Gaya bahasa pertautan meliputi metonomia, eufimisme, epitet, antonomasia, erotesis, dan asidenton. Serta, gaya bahasa perulangan meliputi aliterasi dan epizeukis. Secara keseluruham, penggunaan gaya bahasa yang paling dominan adalah gaya bahasa perbandingan yang berjenis metafora. Penggunaan gaya bahasa dalam majalah National Geographic Indonesia ini juga menimbulkan berbagai macam makna yang disesuaikan dengan konteksnya, makna dari gaya bahasa tersebut ditimbulkan secara implisit dan eksplisit. Makna implisit merupakan makna yang ditunjukkan secara tersirat untuk mengungkapkan gagasan yang tersembunyi melalui manipulasi bahasa, seperti metafora, personifikasi hiperbola, litotes, ironi, satire, hipalase, metonomia, epitet, erotesis. Adapun makna eksplisit merupakan makna yang ditunjukkan secara tersurat, sebab gagasannya sudah tertera dengan jelas dalam kalimat yang disampaikan, seperti perumpamaan, pleonasme, perifrasis, prolepsis, koreksio, oksimoron, paranomasia, paradoks, apostrof, sarkasme, eufimisme, antonomasia, asindenton, aliterasi dan epizeukis.References
Aminuddin, 1998. Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru.
Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Assegaff, Djafar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Endaswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Faricha, Nury Ziyadatul. 2015. “Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa pada Novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” dalam jurnal NOSI Volume 2, No. 9, Februari, hlm. 148-149.
Isnawijayani. 2013. Pengantar Penulisan Feature. Bandung:Widya Padjadjaran.
Kerbrat Orrecchioni. 1986. La Connotation. Lyon: Presse Universitaire de Lyon.
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik. Jakarta: Penerbit Gramedia.
Marini, Eko. 2010. “Analisis Stilistika Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata”. Tesis Program Studi Linguistik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tidak Diterbitkan.
Musthafa, Bachrudin. 2008. Teori dan Praktik Sastra dalam Penelitian dan Pengajaran. Bandung: UPI.
Nationalgeographic. https://nationalgeographic.grid.id/about (diakses 28 Februari 2019).
Nurgiyantoro, Burhan. 2014. Stilistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rahmawati, Fitri. 2015. Jurus Kilat Menguasai Sastra Indonesia. Jakarta: Niaga Swadaya.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
. 2013. Stilistika Kajian Puitika Bahasa, Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rokhmansyah, Alfian, Purwanti, Pandu Pratama Putra. 2018. “Penggunaan Kata Seru sebagai Foregrounding dalam Novel Durga Umayi Karya Y.B. Mangunwijaya”. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol. 9, No. 1, hal. 31-44. http://dx.doi.org/10.26499/madah.v9i1.679
Suban, Mustari Peka. 2018. “Analisis Jenis-Jenis Gaya Bahasa dalam Novel Hujan Karya Darwis Tere Liye”. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma. Tidak Diterbitkan.
Sudjiman, Panuti. 1993. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Sumadiria, AS Haris. 2010. Bahasa Jurnalistik: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Supriyanto, Teguh. 2009. Penelitian Stilistika dalam Prosa. Jakarta Timur: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Tarigan, Henry Guntur. 2013. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.
Yuwana, Setya, dkk. 2000. Pendekatan Stilistik dalam Puisi Jawa Modern Dialek Using. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).