INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH

Rita Diana, Paulus Matius

Abstract


Tumbuhan obat merupakan potensi sumberdaya hayati yang mempunyai prospek ekonomi tinggi dimasa depan. Obat-obatan yang ada di pasaran dunia sebagian besar bersumber dari alam dan hampir setengahnya berasal dari tumbuhan tropis. Pembukaan lahan secara besar-besaran, penambangan, kebakaran hutan dapat mengakibatkan hilangnya spesies tumbuhan yang berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak Lundayeh, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk obat dan mengetahui keberadaan tumbuhan obat pada beberapa areal lahan.Hasil penelitian menemukan90 jenis tumbuhan berkhasiat obat dimana 83,33% digunakan masyarakat Suku Dayak Lundayeh sebagai bahan obat tradisional dan 16,67% belum digunakan. Bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan adalah Daun (34,4%), Akar (17,8%), Semua bagian tumbuhan (10%), Buah (10%), Kulit batang (8,9%), Rimpang (6,7%), Batang (6,7%), Getah (3,3%), Bunga (1,1%) dan Biji (1,1%). Habitat tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat Suku Dayak Lundayeh terdiri dari Pekarangan (41,1%), Hutan belukar (27,8%), Bekas ladang (18,9%) dan Hutan kerangas (12,2%).


Full Text:

PDF

References


Arief, A. 1994. Hutan, Hakikat dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Irwan, Z.D. 1997. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi : Ekosistem, Komunitas dan Lingkungan. Bumi Aksara. Jakarta

Jhamtani, H. 2002. Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat. Diktat Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB.

Murti dan Poerba. 2010. 101 Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi Berbagai Penyakit. Insania. Yogyakarta.

Richard. 1996. The Tropical Rain Forest an Ecological Study (Second Editon). Cambridge University Press. Cambridge.

Supriadi. 2001. Tumbuhan Obat Indonesia. Pengunaan dan Khasiatnya. Pustaka Populer Obor. Jakarta.

Suriawiria, U. 2000. Obat Mujarab Dari Pekarangan Rumah. Papas Sinar Sinanti. Jakarta.

Wasito, H. 2011. Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Whitmore, T. C. 1985. Tropical Rain Forest of The Far East (second edition) Clarendon press. Oxford.

Zuhud, E.A.M. 1997. Mencari Nilai Tambah Potensial Hasil Hutan Non Kayu. Tumbuhan Obat Berbasiskan Pemberdayaan Masyarakat Tradisional Sekitar Hutan. Makalah Seminar Mencari Nilai Tambah Potensial Hasil Hutan Untuk Tanaman Obat. Institut Pertanian Bogor. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.