KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PADA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)

Saat Egra, Irawan Wijaya Kusuma, Enos Tangke Arung

Abstract


Indonesia merupakan negara hutan tropis yang luas, maka tak heran negara ini menjadi negara megabiodiversitas. Jamur tiram merupakan salah satu hasil kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi sebagai tanaman kesehatan dan obat. penelitian ini bertujuan untuk memunculkan potensi aktivitas antioksidan pada jamur tiram yang banyak dibudidaya di Kalimantan Timur khususnya Samarinda. Sampel kami ambil dari rumah jamur borneo dan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman. Metode ekstraksi bertingkat menggunakan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Metode antioksidan yang digunakan adalah penangkal radikal bebas (DPPH) dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak air dengan nilai penghambatan 25% pada kosentrasi 100 ppm. Pada ekstrak heksan merupakan hambatan terkecil dengan nilai penghambatan 2,41% pada kosentrasi 25ppm.

 


Full Text:

PDF

References


Arung, E. T., Kusuma, I. W., Kim, Y.-U., Shimizu, K., & Kondo, R. (2012). Antioxidative compounds from leaves of Tahongai (Klienhovia hospita). Journal of wood science, 58(1), 77-80.

Cefarelli, G., D'Abrosca, B., Fiorentino, A., Izzo, A., Mastellone, C., Pacifico, S., & Piscopo, V. (2006). Free-radical-scavenging and antioxidant activities of secondary metabolites from reddened cv. Annurca apple fruits. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 54(3), 803-809.

Chirinang, P., & Intarapichet, K.-O. (2009). Amino acids and antioxidant properties of the oyster mushrooms, Pleurotus ostreatus and Pleurotus sajor-caju. Science Asia, 35(2009), 326-331.

Egra, S., Kusuma, I. W., & Arung, E. T. (2018). POTENSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP PENGHAMBATAN Candida albicans DAN Propionibacterium acnes. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 2(1).

Gadgil, M., Berkes, F., & Folke, C. (1993). Indigenous knowledge for biodiversity conservation. Ambio, 151-156.

Jayakumar, T., Ramesh, E., & Geraldine, P. (2006). Antioxidant activity of the oyster mushroom, Pleurotus ostreatus, on CCl4-induced liver injury in rats. Food and Chemical Toxicology, 44(12), 1989-1996.

Khotimah, S. (2006). Pengaruh pemberian ekstrak jinten hitam (Nigella sativa) terhadap kadar GHS paru dan hepar tikus Wistar yang dipapar asap rokok. Jurnal Biosains Pascasarjana (JBP), 8, 7-12.

Kusuma, I. W., Arung, E. T., & Kim, Y.-u. (2014). Antimicrobial and antioxidant properties of medicinal plants used by the Bentian tribe from Indonesia. Food Science and Human Wellness, 3(3-4), 191-196.

Lo, S. (2005). Quality evaluation of Agaricus bisporus, Pleurotus eryngii, Pleurotus ferulae and Pleurotus ostreatus and their antioxidant properties during postharvest storage. Taichung (Taiwan): National Chung-Hsing University.

Mau, J.-L., Chao, G.-R., & Wu, K.-T. (2001). Antioxidant properties of methanolic extracts from several ear mushrooms. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 49(11), 5461-5467.

Rahimah, S. B., Sastramihardja, H. S., & Sitorus, T. D. (2010). Efek Antioksidan Jamur Tiram Putih pada Kadar Malondialdehid dan Kepadatan Permukaan Sel Paru Tikus yang Terpapar Asap Rokok. Majalah Kedokteran Bandung, 42(4), 195-202.

Saskiawan, I., & Hasanah, N. (2015). Aktivitas antimikroba dan antioksidan senyawa polisakarida jamurtiram putih (Pleurotus ostreatus). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(5), 1105-1109.

Sumarni, 2006. Botani dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 4, No. 2, 2006 (124-130).




DOI: http://dx.doi.org/10.32522/u-jht.v2i2.1549

Refbacks

  • There are currently no refbacks.