HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MPASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA
Abstract
Stunting adalah suatu kondisi dimana anak-anak usia lima tahun tidak berkembang, tinggi atau panjangnya kurang dari dua kali tinggi atau panjang anak seusianya. Stunting dipengaruhi oleh pemberian ASI dan makanan tambahan yaitu MPASI. MPASI diberikan untuk mencukupi kebutuhan gizi pada saat usia 6-24 bulan yang tidak dapat tercukupi apabila hanya diberikan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Ibu tentang pemberian MPASI terhadap kejadian stunting. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan responden yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 24 responden yang bersedia untuk berpartisipasi pada penelitian dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Analisis bivariat yang digunakan adalah UjiMann-Whitney Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan Ibu tentang pemberian MPASI terhadap kejadian stunting di wilayah Puskesmas Juanda Samarinda.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dong UL and K.I CC. Calcium channel blocking and -adrenoceptor blocking action of coptis rhizoma extracts and their alkaloid components in rat aorta. Arch. Pharm. Res. 1996; 19 (6) :456-61. (Pustaka dari artikel dalam jurnal)
Boulanger C and Vanhoutte PM. The endothelium: a pivotal role in health and cardiovascular disease. France. 1994. (Pustaka dari buku)
Syarifah, D. F., Ariestiningsih, E. S., & Mukarromah, I. (2021). Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Program Pencegahan Stunting pada Balita di Masa Pandemi Covid-19.Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 8–13.
World Health Organization, (2017). Stunted Growth and Development. Geneva: World Health Organization.
Purwanti, S. (2021).Gambaran Pola Makan Anak Stunting : Literatur Review.
Wardawati. (2021). Studi Kualitatif Tentang Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 6 – 23 Bulan Di Kerja Puskesmas Pamboang. Https://Doi.Org/10.52999/ Nersjournal.V1i2.98 Ners Journal, 1(2).
Almira, E. P. (2020). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan di RW07 Desa Cipacing Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jatinagor.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. (2021). Dinas Kesehatan, Profil Kesehatan tahun 2020. In Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
Fauziah, F., & Novandi, D. (2021). Aksi Pencegahan Kasus Stunting di Kota Samarinda Melalui Program Pembangunan dan Pemerdayaan Masyarakat (Pro-Bebaya). Jurnal Riset Inossa, 3 (2), 76–86
Hasibuan, F. S. (2022). Hubungan Pola Pemberian Makanan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24 - 59 Bulan di Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2022. (Issue 0).
Suseni, N. P. I., Tat, F., & Djogo, H. M. A. (2022). Hubungan Kebiasaan Makan dan Praktik Kebersihan Diri Dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. CHMK Health Journal,6(1), 372–386.
Notoatmodjo. (2014). Konsep neonatus. Kerangka Konseptual, 2005, 4–12.
Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MPASI ) untuk Bayi 6 – 24 Bulan : Kajian Pustaka.
Bella. (2021) Basic Principles of Complementary Feeding for Infant 6 - 24 Months : A Review. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3(4), 1646–1651.
Septiriyani., (2019)Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada Bayi di Usia 6 -12 Bulan di Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. J Agromedicine |, 4(2), 211–217.
Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Wali, N., Renzaho, A. M., & Merom, D. (2017). Stunting, wasting and underweight in sub-Saharan Africa: a systematic review. International journal of environmental research and public health, 14(8), 863.
Almira, E. P. (2020). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan di RW07 Desa Cipacing Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jatinagor.
Anisa, P. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan di Kelurahan Kalibiru Depok. Jakarta: Universitas Indonesia.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Trihono, Atmarita, dkk., (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Jakarta: Lembaga Penerbitan Balitbangkes
BAPPENAS. (2015). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015. Jakarta: BAPPENAS.
Budiman, & Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Damayanti, R. A., Muniroh, L., & Farapti, F. (2017). Perbedaan tingkat kecukupan zat gizi dan riwayat Pemberian ASI Eksklusif pada Balita Stunting dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia, 11(1), 61-69.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. (2021). Dinas Kesehatan, Profil Kesehatan tahun 2020. In Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
FAO. (2007). The State of The Food and Agriculture. In FAO Agriculture (Vol.38). Rome : WHO.
Fauziah, F., & Novandi, D. (2021). Aksi Pencegahan Kasus Stunting di Kota Samarinda Melalui Program Pembangunan dan Pemerdayaan Masyarakat (Pro-Bebaya). Jurnal Riset Inossa, 3 (2), 76–86
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jkm.v12i3.23306
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Kedokteran Mulawarman

Jurnal Kedokteran Mulawarman by Faculty of Medicine Mulawarman University is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
