PEMALI DALAM BUDAYA ETNIK PASER DI KABUPATEN PASER: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v4i2.2756Keywords:
semiotika, tanda, pemali, mitosAbstract
Penelitian ini membahas tentang makna tanda pemali dalam masyarakat etnik Paser di Kabupaten Paser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemali apa yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Paser serta makna yang terkandung dalam tanda di setiap pemali yang dilaksanakan oleh masyarakat etnik Paser. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualititatif yang dipaparkan secara deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada kata-kata lisan atau tertulis yang dikumpulkan melalui informasi dalam bentuk rekaman wawancara kepada informan untuk memperoleh dan mengetahui pemali-pemali yang diketahui dan dilaksanakan oleh etnik Paser di Provinsi Kalimantan Timur. Dari hasil penelitian ini ditemukan makna yang terkandung dalam tanda di setiap pemali dengan menggunakan teori semiotika. Makna tanda dalam pemali dalam penelitian ini mendeskripsikan makna denotatif atau pemaknaan tingkat satu, yaitu makna sesuai dengan kamus, dan makna konotatif atau pemaknaan tingkat dua, yaitu menjadi mitos dalam budaya etnik Paser. Dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 49 pemali yang diketahui, di antaranya pemali bagi anak-anak, pemali bagi anak gadis ataupun anak yang baru remaja, pemali bagi wanita yang sedang mengandung, dan pemali bagi semua orang. Kemudian dari 49 Pemali yang diketahui ada 18 pemali yang dilaksanakan oleh sebagian masyarakat etnik Paser yang ada di Kabupaten Paser. Pemali tersebut bertujuan menjaga keselamatan, kesehatan, rezeki dan jodoh.References
Akhlak, Annisa. 2019. “Pemali dalam Masyarakat Etnik Banjar di Kota Samarinda: Suatu Tinjauan Semiotika”. Dalam Ilmu Budaya. Vol 3 No.2 (2019) http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/1780 (diunduh 29 September 2019).
Ambarini, AS dan Nazia Maharani Umaya. 2010. Semiotika Teori dan Aplikasi pada Karya Sastra. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press. http://eprints.upgris.ac.id/id/eprint/311 (diunduh 20 September 2018).
Berger, Athur Asa. 2015. Pengantar Semiotika: Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kotemporer. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh M. Dwi Marianto. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Budiman, Kris. 2011. Semiotika Visual Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Departmen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia.
Djajasudarma, T. Fatimah. 2010. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT. Refika Aditama.
https://www.kaskus.co.id/thread/5a179e7c620881fd039b456e/mengenal-suku-dayak-paser-fakta-yang-tidak-terlihat/ (diakses tanggal 10 November 2018).
Imran. 2017. “Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Lisan Pemali Masyarakat Bugis Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan”. Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari. http://digilib.iainkendari.ac.id (diunduh tanggal 20 Maret 2018).
Kanadiyel. 2017. Mengenal Suku Dayak Paser (Fakta yang tidak Terlihat).
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia.
Moleong, Lexy Johannes. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurfaizah. 2015. “Pemaknaan Pamali dalam Masyarakat Sunda di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan (Kajian Deskriptif Semantik dan Semiotik).” Tesis Program Studi Linguistik Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu (diunduh tanggal 07 Maret 2018).
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).