CAMPUR KODE DAN INTERFERENSI PADA PERCAKAPAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS MULAWARMAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v4i2.2717Keywords:
campur kode, interferensi, mahasiswaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk campur kode pada percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman; (2) mendeskripsikan bentuk interferensi pada percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman; dan (3) menguraikan faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan interferensi pada percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan lisan mahasiswa, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan berupa simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik agih dengan teknik bagi unsur langsung untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan interferensi. Kemudian, metode padan dengan teknik pilah unsur penentu untuk mendeskripsikan faktor penyebab campur kode dan interferensi pada percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ditemukan bentuk campur kode berupa penyisipan kata, penyisipan frasa, perulangan kata, penyisipan baster, dan penyisipan idiom. Kedua, ditemukan bentuk interferensi berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem dan perubahan bunyi fonem, dan interferensi morfologi. Ketiga, faktor penyebab terjadinya campur kode dapat dilihat dari faktor ekstralinguistik, yaitu status sosial, sikap penutur, lingkungan, kebiasaan, kekerabatan, keinginan untuk menjelaskan, dan menyatakan prestise. Faktor intralinguistik, yaitu tidak adanya padanan kata dan kesesuaian maksud. Faktor penyebab terjadinya interferensi, yaitu, lingkungan, prestise bahasa dan gaya bahasa, dan terbawanya kebiasaan dalam bahasa ibu.
References
Alwi, Hasan dkk. 2008. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Anonim. 2012. “Profil Universitas Mulawarman”. http://old.unmul.ac.id/pages/ statis/1 (diakses 4 Maret 2018).
Anonim. 2014. “Sejarah FIB”. http://fib.unmul.ac.id/?p=10&a=&b=18 (diakses 3 April 2018).
Arsyad, H., Rijal, S., & Rokhmansyah, A. 2020. Makna Konseptual Dan Makna Asosiatif Narasi Iklan Rokok Di Televisi. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 4(2), 277-289.
Aslinda dan Leni Syahyahya. 2014. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT. Refika Aditama.
Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2002. Psikolinguistik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 2009. Kamus Linguistik: Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Lapasau, Merry dan Arifin, Zaenal. 2016. Sosiolingistik. Tangerang: Pustaka Mandiri.
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Press.
Nababan, P. W. J. 1993. Sosiolinguistik. Jakarta: Gramedia.
Pateda, Mansyur. 1987. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.
Putri, Pratiwi Cerianing. 2015. “Campur kode dan Interferensi di Lingkungan Kos Avito” dalam jurnal bahastra, vol 34, no.1 (2015). http://journal.uad.ac.id/index.php/BAHASTRA/article/view/3973 (diunduh 3 Januari 2018).
Rahardi, Kunjana. 2010. Kajian Sosiolinguistik: Ihwal Kode dan Alih kode. Bogor: Ghalia Indonesia.
Rhosyantina, Laura Is. 2014. “Alih Kode, Campur Kode, dan Interferensi dalam Peristiwa Tutur Penjual dan Pembeli di Ranah Pasar Tradisional Cisanggarung Losari Kabupaten Brebes” dalam jurnal eprints@UNY(2014). http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/18405 (diunduh 3 Januari 2018).
Suandi, Nengah I. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sumarsono. 2012. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suwito. 1985. Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Cipta.
Thamimi, Sulissusiawan Ahadi, Syam Christanto. 2015. ”Campur Kode dan Interferensi Berbahasa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IKIP PGRI Pontianak” dalam jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, volume 4, nomor 12. jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/12947 (diunduh 3 Januari 2018).
Universitas Mulawarman. 2014. ”Pedoman Universitas Mulawarman 2014”. Samarinda: Unmul Q.
Yusuf, Suhendra. 1994. Teori Terjemah Pengantar ke Arah Pendekatan Linguistik dan Sosiolinguistik. Bandung: Mandar Maju.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).