Kajian strategi pengembangan Ekowisata Batu Dinding di Tahura Bukit Soeharto

Authors

  • Anang Adi Wijaya
  • Paulus Matius Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman
  • Marlon Ivanhoe Aipassa Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman
  • Rujehan Rujehan Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman
  • Yohanes Budi Sulistioadi Fakultas kehutanan, Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.32522/ujht.v8i2.13707

Keywords:

Strategi, kesesuaian lahan, ekowisata, Batu Dinding, Tahura, Bukit Soeharto

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pada sektor pariwisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Hal ini disebabkan karena dengan adanya sektor pariwisata dapat mengembangkan atau menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan hal ini pemerintah sebagai pemangku kepentingan harus bisa bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga dan membantu mengembangkan wisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi Batu Dinding yang berada di Tahura Bukit Soeharto, Dapat menjelaskan potensi pemanfaatan dan pengembangan Batu Dinding sebagai ekowisata, Dapat mengetahui presepsi masyarakat terhadap Batu Dinding sebagai ekowisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto sangat menjanjikan dan menguntungkan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, namun. Pemerintah dan pengelola ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto harus bisa berupaya untuk melakukan pengembangan di beberapa area menuju ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto serta konsisten dalam memberikan fasilitas kepada pengunjung.

References

Badan Pusat Statistik, 2021. Kecamatan Samboja dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik, 2022. Perkembangan pariwisata dan transportasi nasional Jakarta. No. 04, pp. 1-20.

BKSDA Kaltim, 2021. Inventarisasi, verifikasi, potensi dan permasalahan kawasan konservasi di lokasi calon ibu kota negara, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Provinsi Kalimantan Timur.

Ikhwannur Adha, I., Prabowo, I. dan Taslim, A. I., 2022. Karakteristik struktur geologi daerah Bukit Batu Dinding, Samboja, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmiah Geomatika, 2(2), pp. 37. doi:10.31315/imagi.v2i2.9420.

Karnila, W., 2022. Pengembangan ekowisata terintegrasi untuk perlindungan terhadap ekosistem dan pembangunan yang berkelanjutan di Teluk Balikpapan.

Kurnianto, I. R., 2008. Pengembangan ekowisata (ecotourism) di kawasan Waduk Cacaban Kabupaten Tegal.

Mukhlisi dan Sidiyasa, K., 2011. Aspek ekologi nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di hutan pantai Tanah Merah, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam.

Nurjanah, 2020. Analisis SWOT sebagai strategi meningkatkan daya saing.

Rustam, A., Suhardiman, A., Ariyanto, I. dan Nuryani, A., 2021. Inventarisasi verifikasi potensi dan permasalahan kawasan konservasi di lokasi calon ibu kota negara Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Provinsi Kalimantan Timur.

Riyanto, H., Hamzari dan Golar, 2014. Warta Rimba: Analisis pembangunan ekowisata di kawasan Taman Hutan Raya berbasis sistem informasi geografis (Studi kasus pada blok pembangunan wisata Ngata Baru Kabupaten Sigi).

Warta Rimba, 2, pp. 153–163.

Challenge of climate change, 2021. Sustainability, 13(4), pp. 1–17. doi:10.3390/su13041966.

Yuwono, E., 2020. Strategi pengembangan ekowisata melalui pendekatan lanskap (Studi kasus Desa Bulue, Kabupaten Soppeng).

Downloads

Published

2024-09-01

Issue

Section

Articles