UJI VALIDITAS INSTRUMEN DAN STUDI PENDAHULUAN: HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI KOGNITIF DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERBASIS ONE HEALTH
Abstract
Resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) merupakan ancaman kesehatan lingkungan global. Mengukur dinamika perilaku komunitas secara presisi membutuhkan instrumen yang tepat. Penelitian ini bertujuan sebagai studi pendahuluan (pilot study) untuk menguji validitas instrumen kuesioner berbasis pendekatan One Health serta menganalisis korelasi awal antara faktor predisposisi kognitif dan sikap terhadap luaran praktik penggunaan antibiotik di tingkat rumah tangga. Desain studi kuantitatif belah lintang dilakukan terhadap 50 responden kepala keluarga di kawasan semiperkotaan Kota Samarinda, Indonesia pada April 2026. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test (α = 0,05). Hasil uji psikometri membuktikan instrumen kuesioner valid (r hitung > r tabel 0,279) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0,60). Hasil pemotretan awal menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan spesifik yang rendah (60% skor nol) dan terjebak dalam praktik berisiko tinggi terkait paparan antibiotik dan buruknya sanitasi (90%). Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan praktik berisiko (p = 0,028) serta antara sikap dengan praktik (p = 0,034). Namun, korelasi jenjang pendidikan formal umum dengan pengetahuan spesifik tidak signifikan (p = 0,762). Kesimpulannya, instrumen kuesioner yang dikembangkan terbukti handal untuk mengukur determinan perilaku AMR di kawasan sungai. Temuan awal ini mengonfirmasi adanya paradoks literasi kesehatan dan kedaruratan infrastruktur sanitasi, yang menjadi justifikasi krusial bagi pelaksanaan investigasi dan intervensi skala besar di masa mendatang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI). Surveilans Resistansi Antibiotik Rumah Sakit di Indonesia Tahun 2021. Jakarta. 2022.
Murray CJL, Ikuta KS, Sharara F, Swetschinski L, et al. Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: a systematic analysis. The Lancet. 2022; 399 (10325) :629-655.
Haque M, McKimm J, Sartelli M, Dhingra S, et al. Antibiotic Use and Resistance: Knowledge, Attitude, and Practice. Antibiotics. 2023; 12 (2) :321.
Larsson DGJ and Flach C-F. Antibiotic resistance in the environment. Nature Reviews Microbiology. 2022; 20 (5) :257-269.
Von Wintersdorff CJH, Penders J, Van Niekerk JM, et al. Dissemination of antimicrobial resistance in microbial ecosystems through horizontal gene transfer. Frontiers in Microbiology. 2016; 7 :173.
Muurinen J, Muziasari WI, Hultman J, Pärnänen K, et al. Antibiotic Resistomes and Microbiomes in the Surface Water along the Code River in Indonesia Reflect Drainage Basin Anthropogenic Activities. Environmental Science & Technology. 2022; 56 (21) :14994-15006.
Daramusseng A and Syamsir S. Studi Kualitas Air Sungai Karang Mumus Ditinjau dari Parameter Escherichia coli Untuk Keperluan Higiene Sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2021; 20 (1) :1-6.
Green LW and Kreuter MW. Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill. 2005.
McCullough AR, Parekh S, Rathbone J, Del Mar CB, and Hoffmann TC. A systematic review of the public's knowledge and beliefs about antibiotic resistance. Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 2016; 71 (1) :27-33.
Morina JC and Franklin RB. Drivers of Antibiotic Resistance Gene Abundance in an Urban River. Antibiotics. 2023; 12 (8) :1270.
DOI: http://dx.doi.org/10.30872/jkm.v13i1.28330
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Kedokteran Mulawarman

Jurnal Kedokteran Mulawarman by Faculty of Medicine Mulawarman University is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
