ASAL-USUL NAMA PULAU DERAWAN, MARATUA, KAKABAN, DAN SANGALAKI DI KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v2i2.977Abstract
ABSTRAK
Asal-usul Nama Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, adalah salah satu Sastra daerah yang semakin lama semakin jarang dijumpai dan mulai banyak ditinggalkan, maka seharusnya sastra daerah tetap dilestarikan agar generasi penerus masih mengenal sastra daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan terjadinya legenda asal-usul nama pulau Derawan Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan penyajian data tersebut menggunakan teknik catat untuk mengklarifikasi data. Penelitian asal-usul nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki dapat dianalisis secara morfologi dan semantik sehingga ditemukan bentuk kata dan makna nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Nama pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki yang terdiri atas satu kata dibahas menurut proses pembentukan kata, makna nama pulau, dan latar belakang pembentukan nama pulau. Kata Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki merupakan kata yang berasal dari bahasa Bajau, yang memiliki kemiripan dari segi makna dalam bahasa Indonesia dengan proses morfologis. Derawan perubahan terjadi pada fonem pe menjadi de, sehingga Derawan (Bajau) menjadi perawan (Indonesia), Maratua perubahan terjadi pada fonem mara menjadi mer, sehingga Maratua (Bajau) menjadi Mertua (Indonesia), Kakaban kemiripan terjadi dari segi bunyi, kata kaka (dalam bahasa Indonesia) mendapat akhiran ban menjadi Kakaban (dalam bahasa Bajau), Sangalaki kemiripan terdapat dari segi bunyi dengan proses pembubuhan, fonem sanga pada laki menjadi Sangalaki (dalam bahasa Bajau), mendapat proses reduplikasi menjadi laki-laki (dalam bahasa Indonesia).
Kata Kunci: Asal-Usul, Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki
ABSTRACT
The origin of the names Derawan Island, Maratua Island, Kakaban Island and Sangalaki Island in Berau East Borneo, are one of the regional literature thats getting rarely encountered and began to abandoned, so as the regional literature need to be preserved so as the next generations still know the regional literature. The used of methods in this research is descriptive methods which describe the origins legend of the name Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki. The technique of data collection is observation technique, interview technique, documentation technique, and presentation of the data using the note technique to clarified the data. Research of origin names Derawan Island, Maratua, Kakaban and Sangalaki can be analyzed by using Morphology and Semantic until founded the words formation and the meaning of the origins names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki in Berau of East Borneo. Names of Derawan Island, Maratua, Kakaban, and Sangalaki that consist of one word explained based on formation words process, the meaning of Island, and background formation of island. The words of Derawan, Maratua, Kakaban, and Sangalaki are one of the words that came from Bajau language, it has similarity from meaning in Indonesia by using Morphology process. Derawan change to the phoneme pe into de, so Derawan (Bajau) became perawan (Indonesia), Maratua change to the phoneme “Mara” into “Mer”, so Maratua (Bajau) became Mertua (Indonesia). Kakaban’s similarity happen from the sound “Kaka” words (in Indonesia) got the suffix “ban” became “Kakaban” (in Bajau), Sangalaki’s similarity can be found from the sound by affixing process, the “sanga’s” phoneme in laki became Sangalaki (in Bajau), having the reduplication process to be laki-laki (in Indonesia).
Keywords: Origins, Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki.
References
Chaer, Abdul. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta. Rineka Cipta.
Danandjaja, James. 1986. Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng,dan Legenda. Jakarta. PT. Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, Suwardi. 2013. Foklor Nusantara. Yogyakarta. Ombak Anggota IKAPI.
-------------------------- 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Jakarta. PT. Buku Kita.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta. Gramedia.
Muslich, Mansur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta. Bumi Aksara.
Parera, Jos, Daniel. 1994. Morfologi Bahasa. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
Pateda, Mansur. 2013. Semantik Leksikal. Jakarta. Rineka Cipta.
Poerwadarminto, W.J.S. 1986. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.
Pradopo, Rachmat Djoko, dkk. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta. Hanindita Graha Wi.
Ramlan, M. 1978. Dasar-Dasar Linguistik. Yogyakarta. Mitra Gama Widya.
-------------- 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi. Yogyakarta. C.V. Karyono.
Sugiono. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta.
Surachmad, Winarno. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung. Taristo.
Veerhaar, J.W.M. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Jakarta. Gadjah Mada University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).