PEMALI DALAM BUDAYA ETNIK MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR DI SAMARINDA: SUATU TINJAUN SEMIOTIKA
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v4i2.2706Keywords:
semiotics, denotation, connotation, myth, pemaliAbstract
Penelitian ini membahas tentang makna tanda pemali dalam masyarakat etnik Manggarai Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemali apa yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Manggarai serta makna tanda yang terkandung dalam setiap pemali yang dilaksanakan oleh masyarakat etnik Manggarai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa pemali yang diperoleh dari observasi dengan informan yang mengetahui tentang budaya pemali serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari di Kota Samarinda. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, merekam, dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, transkip data, dan penyajian data. Dari hasil penelitian ini ditemukan makna tanda dalam setiap pemali dengan menggunakan teori semiotika yang dilihat dari makna denotatif atau pemaknaan tingkat satu, yaitu makna yang sebenarnya sesuai dengan kamus, dan makna konotatif atau pemaknaan tingkat dua, yaitu berupa bentuk akibat yang akan menjadi tanda, serta menjadi mitos dalam budaya etnik Manggarai. Dalam penelitian ini dapat dikumpulkan 48 pemali yang terbagi menjadi dua bagian yaitu, yang diketahui dan dilaksanakan.
References
Annisa, Akhlak. 2019. “Pemali Dalam Masyarakat Etnik Banjar Di Kota Samarinda: Suatu Tinjauan Semiotika”. Jurnal Ilmu Budaya Vol 3. No 2. http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/1780/pdf. (diakses 2 September 2019).
Barthes, Roland. 2017. Membedah Mitos-mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi Tanda, Simbol, dan Reprsentasi. Yogyakarta: Jalasutra.
Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LkiS.
Budiman, Kris. 2011. Semiotika Visual Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Darmawan, Ferry. 2006. “Posmodernisme Kode Visual dalam Iklan Komersial”. Mediator. Vol 7. No 1. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/ mediator/article/viewFile/1219/779. (diakses 15 Oktober 2018).
Darwin, Monalisa. 2015. “Ketika makan sambil tertawa,makanan akan keluar dari hidung” https://intisari.grid.id/read/0358157/ketika-makan-sambil-tertawa-makanan-akan-keluar-dari-hidung. (diakses tanggal 16 Mei 2019).
Istian, I., Hudiyono, Y., & Rokhmansyah, A. 2017. Bentuk, Fungsi, dan Nilai Tuturan dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor. Ilmu Budaya, 1(4), 265–278.
Kaelan. 2017. Filsafat Bahasa Semiotika dan Hermeunetika. Yogyakarta: Paradigma.
Kemendikbud. 2018. “Kamus Besar Bahasa Indonesia” [Online]. kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius (diakses tanggal 10 Januari 2018).
Meleong, Lexy. 2007. Metode Peneltian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya.
Mole, M., Mursalim, M., & Rokhmansyah, A. 2018. Analisis Tuturan Tarian Bambu Gila Di Maluku Tengah Ditinjau Dari Bentuk Dan Fungsi. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 2(2), 196-205.
Muda, Hubertus, dkk. 2017. Penelitian Ritus-Ritus Adat Orang Manggarai. Manggarai NTT: Lembaga Nusa Bunga Mandiri.
Mulkan, Dede. 2008. “Pemali Tradisi Lisan Budaya Leluhur Sunda.” http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20080907190015. (diakses pada 2 Januari 2019).
Nggoro, Adi M. 2013. Budaya Manggarai. Yogyakarta: Nusa Indah.
Rokhmansyah, A. 2016. Morfologi Cerita Rakyat Kutai Kartanegara Putri Silu: Analisis Naratologi Vladimir Propp. Sirok Bastra, 4(1), 79–87. Retrieved from http://sirokbastra.kemdikbud.go.id/index.php/sirokbastra/article/view/77
Sobur, Alex. 2013. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta.
Vera, Nawiroh. 2014. Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia
Warsito. 2015. Antropologi Budaya. Yogyakart: Ombak Dua.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).