Mitos Kenakalan Remaja pada Tuturan Siniar Podkes Selesai: Kajian Semiotika Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v10i2.25704Abstract
Bentuk kenakalan remaja kini mengalami pergeseran yang awalnya hanya kenakalan remaja biasa sekarang justru menjurus ke segi-segi kriminal. Kenakalan remaja sebagai fenomena sosial tidak hanya hadir di dalam realitas keseharian, tetapi juga menjadi topik dalam media digital seperti siniar Podkes Selesai, yang secara tidak langsung membentuk cara pandang pendengar terhadap perilaku penyimpangan tersebut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna mitos kenakalan remaja dalam tuturan siniar Podkes Selesai dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini merupakan jenis kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini berupa tuturan pada siniar Podkes Selesai. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik simak bebas cakap libat dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode padan ekstralingual dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) untuk menemukan tanda berupa kata, frasa, dan kalimat pada data penelitian. Hasil penelitian secara umum, yakni (1) Denotasi pada siniar Podkes Selesai yaitu gambaran atau representasi kenakalan remaja dari pengalaman penutur, (2) Konotasi dari siniar Podkes Selesai yaitu mengacu pada makna simbolik dari kenakalan remaja seperti sesuatu yang diwajarkan, pencarian identitas, keberanian, kebanggan, kedewasaan, dan eksistensi, (3) Mitos dari siniar Podkes Selesai yaitu perilaku menyimpang dan kekerasan dilegitimasi sebagai bagian dari norma sosial yang dianggap wajar, sehingga membuat hal menyimpang sebagai bentuk pencarian jati diri yang salah. Melalui penelitian ini, siniar bukan hanya sebuah audio visual yang berisi percakapan yang membahas mengenai isu sosial saja, tetapi juga dapat menghasilkan makna mitos-mitos budaya melalui tanda verbal.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).