Mekanisme Pelarian Diri Aysel Dalam Novel Api Tauhid Karya Habiburrahman El Shirazy: Psikoanalisis Erich Fromm
Annisa Fitriyani, Bayu Aji Nugroho
Abstract
Manusia merupakan makhluk sosial yang sangat membutuhkan adanya keterikatan dan keterhubungan terhadap masyarakat sekitarnya agar terhindar dari kondisi keterasingan. Hal tersebut menyebabkan manusia berupaya untuk memenuhi kebutuhan batiniah yang disertai dengan terbentuknya mekanisme pelarian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan manusia dan mekanisme pelarian diri tokoh Aysel Celal dalam novel Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teori Psikoanalisis Erich Fromm. Sumber data berasal dari novel Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy, dengan teknik pengumpulan data berupa teknik studi pustaka serta teknik baca dan catat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah bentuk pemenuhan kebutuhan manusia melalui kepatuhan berlebih, ikatan kekerabatan keluarga, kesadaran serta tekad untuk berubah, keberanian membela dan melindungi, dan kehadiran sosok panutan yang menyebabkan perubahan mekanisme pelarian diri dari kecenderungan masokhisme menjadi umpatan dalam keadaan terdesak serta pilihan untuk mengikuti budaya Islam Turki.
DOI:
http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v10i3.25660
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Annisa Fitriyani
Editorial address:
Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Email: jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Website: http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB

Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License