RELIGIOSITAS DALAM MITOS UPACARA ADAT HUDOQ DAYAK BAHAU DI UJOH BILANG KECAMATAN LONG BAGUN KABUPATEN MAHULU
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v3i4.2178Keywords:
religiusitas, mitos, upacara adat HudoqAbstract
Hudoq for the Bahau Dayak tribe was carried out with the aim of inviting the spirits of kindness from heaven to provide fertility to the plants, so as to obtain abundant yields at harvest. This research has the formulation of the problem of how the religious meaning in the myth of the hudoq Dayak Bahau traditional caremony in Ujoh Bilang, Long Bagun Subdistrict, Mahakam Ulu Regency. The aim of the study was to describe the religious meaning in the myth of the Hudoq Dayak Bahau traditional caremony in Ujoh Bilang, Long Bagun Subdistrict, Mahakam Ulu District. This research was carried out in the village of Ujoh Bilang, Long Bagun District, Mahakam Ulu District. The type of research used is a type of qualitative approach method that describes a problem in accordance with the problems in the study. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Data analysis is done from recording the results obtained in the field, the clarifying and analyzing the data. Whereas the presentation of data used note taking techniques to clarify data. Based on the data analysis that has been done, the Hudoq traditional caremony contains elements of religios that can be classified 1) View of the universe, 2) Easily sacralize certain objects, 3) a magical attitude of life, 4) live with religiosity from the four points above, it can open the views of the Bahau Dayak community about the universe which can provide a view that in addition to the concrete word, there is also a non-concrete word. This becomes the basis for human beings to respect the environment.
Hudoq bagi Suku Dayak Bahau dilakukan dengan tujuan mengundang roh-roh kebaikan dari apau lagaan (kahyangan) agar memberikan kesuburan pada tanaman sehingga mendapat hasil melimpah saat panen. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana makna religiositas dalam mitos upacara adat Hudoq Dayak Bahau di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan makna religiositas dalam mitos upacara adat Hudoq Dayak Bahau di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Jenis penelitian yang digunakan berupa jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif yang memaparkan suatu masalah sesuai dengan permasalahan yang ada pada penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dari mencatat hasil yang didapat di lapangan, kemudian mengklarifikasi dan menganalisis data. Sedangkan penyajian data menggunakan teknik catat untuk mengklarifikasi data. Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan maka upacara adat Hudoq mengandung unsur religiositas yang dapat digolongkan 1) pandangan tentang alam semesta, 2) mudah menyakralkan objek tertentu, 3) sikap hidup serba magis, 4) hidup penuh dengan upacara keagamaan. Adapun makna religiositas dari keempat poin di atas mampu membuka pandangan masyarakat Dayak Bahau mengenai alam semesta yang dapat memberikan pandangan bahwa selain dunia yang konkret, terdapat pula dunia yang tidak konkret. Hal ini menjadi salah satu dasar manusia tetap menghargai alam sekitarnya.
References
Ajib, Rosidi. 1994. Sastera dan Budaya. Bandung: Pustaka Jaya
Chulsum, Umi dkk. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Kashiko.
Danandjaya, James. 1984. Folklor Indonesia. Jakarta: PT Grafiti Pers.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Sejarah Kebudayaan Kalimantan. Jakarta: CV. Dwi Jaya Karya.
Depdikbud. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua.
Dhavamony, M. 1995. Fenomenalogi Agama. Yogyakarta: Kanisius.
Dr. Daeng, J. Hans. 2012. Manusia Kebudayaan dan Lingkungan Tinjauan Antropologis. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Emsir, dkk. 2016. Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: Rajawali Pers.
Ghasali, Mutchar Adeng. 2011. Antropologi Agama. Bandung: Penerbit Alfabeta
Herjayanti, Risna. 2014. Makna Simbolik Tari Hudoq Pada Upacara Panen Masyarakat Suku Dayak Ga’ay Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta.
Istian, I., Hudiyono, Y., & Rokhmansyah, A. 2017. Bentuk, Fungsi, dan Nilai Tuturan dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor. Ilmu Budaya, 1(4), 265–278.
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Kuntowijoyo, 2006. Budaya dan Masyarakat. Edisi Paripurna Yogyakarta: Tiara Wacana.
Latif, Fauziah. 2013. Tarian dan Topeng Hudoq Kalimantan Timur: Suatu Kajian Filsafat Seni. Dalam jurnal humaniora, volume 4 no.1,April 2013,hlm 712-722.
Luwai, F. Jiu, 2002. Buku Sebuah Legenda Upacara (tarian) Hudoq pada Adat Dayak Modang/Long Gelaat. Surabaya: Airlangga Univercity Press dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat.
Mulyana, A.R. 2009. “Musik Sentawar”. Laporan Penelitian: Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olah Raga Kutai Barat.
O’Dea, Thomas F. 1995. Sosiologi Agama: Suatu Pengenalan Awal.Terjemahan: Yasogama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Ratna, Nyoman. 2011. Antropologi Sastra. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Sedyawati, Edi. 1981. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT. Raja grafindo Persada.
Soedarsono. 1977. Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari. Yogyakarta: ASTI.
Sugiarto, Eko. 2015. Penelitian Kualitatif Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: IKAPI
Sumerta, dkk. 2013. Fungsi dan Makna Upacara Gede Lanang Kapat. Yogyakarta: Penerbit Ombak Dua.
Syuhada, Murtadlo, A., & Rokhmansyah, A. 2018. Nilai Dalam Cerita Rakyat Suku Dayak Tunjung Tulur Aji Jangkat di Kutai Barat: Kajian Folklor. Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya), 2(2), 188–195.
Udentia, MPSS.1998. Metodelogi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta. The Ford Foundation.
Van Peursen, C.A. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Warsito. R. 2012. Antropologi Budaya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Wulandari, Indah Pribadi. 2017. Jatung Utang sebagai pengiring Tari Hudoq pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dalam jurnal etnomusikologi Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).