Hubungan Keterlibatan Fashion Dengan Pembelian Impulsif Produk Fashion Pada Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i2.4895Keywords:
Pembelian impulsif, keterlibatan modeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan fashion dengan pembelian impulsif produk fesyen pada masa dewasa awal di Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 100 orang dewasa awal di Samarinda yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala fashion engagement dan skala pembelian impulsif. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Momen Produk Pearson dengan bantuan program Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fashion engagement dengan pembelian impulsif yang cukup kuat dengan nilai r hitung = 0,445 lebih besar dari nilai r tabel = 0,197 dan nilai p = 0,000 (p <0,050).References
Abdolvand, M. A., Rahnama, A., Hanzaee, K. H., & Khoshpanjeh, M. (2011). The Effect Of Situasional and Individual Factors On Impulse Buying, 13(9), 2108-2117.
Andriyanto, D. S., Suyadi, I., & Fanani, D. (2016). Pengaruh Fashion Involvement dan Positive Emotion Terhadap Impulse Buying. (Skripsi) Malang: Universitas Brawijaya.
Anggriawan, B., Suardana, I. M., & Sendra, I. M. (2016). Analisis faktor yang mempengaruhi impulse buying wisatawan domestik terhadap produk pariwisata di Biro Perjalanan Wisata Bali. Jurnal IPTA. Bali: Universitas Udayana, 4(1), 101-106.
Anin, F. A., Rasimin, B. S., & Atamimi, N. (2018). Hubungan self-monitoring dengan impulsive buying terhadap produk fashion pada remaja. Jurnal Psikologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
Barnard, M. (2011). Fashion Sebagai Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.
Dewi, N. R. (2015). Pengaruh fashion involvement dan kecenderungan hedonic consumption dengan mediator emosi positif terhadap pembelian impulsif berorientasi fashion. Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya, 26(2), 1-10.
Han, Y. K., Morgan, G. A., Kotsiopulos, A., & Kang-Park, J. (1991). Impulse buying behavior of apparel purchaser. Clothing and Textiles Research Journal, 9(3), 15-21.
Hatane, S. (2007). Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen Restoran Melalui Stimulus 50% Discount Di Surabaya. (Skripsi) Surabaya: Universitas Kristen Putra Surabaya.
Jansson-Boyd, C. V. (2010). Consumer Psychology. Berkshire: McGraw-Hill.
Japarianto, E., & Sugiharto, S. (2011). Pengaruh shopping life style dan fashion involvement terhadap impulse buying behavior masyarakat high income Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran, 6(1), 32-41.
Kusuma, A. R., & Afdliah, R. (2012). Hubungan antara kepercayaan diri dan konformitas dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 1(1), 17-30.
Kruszka, A. (2012). Why Did I Just Buy That? A Look at Impulse Buying in The Atmosphere of Daily Deals.Washington: American University.
Lesmana, T. (2017). Hubungan antara mindfulness dan pembelian impulsif pada remaja perempuan yang melakukan shopping online. Jurnal Psibernetika. Vol. 10 (2): 81-91.
Lestari, R., Mega., & Dwityanto, A. (2017). Hubungan Antara Harga Diri Dengan Impulsive Buying Pada Pegawai Wanita di kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta. (Skripsi) Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
O’Cass, A. (2004). Fashion clothing consumption: Antecedents and consequences of fashion clothing involvement. European Journal of Marketing, 38(7), 869-882.
Peter, J. P., & Olson, J. C. (2013). Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Edisi Kesembilan Terjemahan oleh Diah Tantri Dwiandani. Jakarta: Erlangga.
Rahmi, M. (2016). Analisis Pengaruh Fashion Involvement, Positive Emotion, Store Attribute, dan Hedonis Consumption Tendency Terhadap Impulse Buying Behavior. (Skripsi) Padang: Universitas Andalas.
Revolis, M. (2014). Pengaruh Shopping Lifestyle dan Fashion Involvement Berpengaruh terhadap Impulse Buying Behavior Konsumen Toko Pakaian di Plaza Andalas Padang. (Skripsi) Padang: Universitas Andalas.
Setiadi, I. M. W., & Warmika, I. G. K. (2015). Pengaruh fashion involvement terhadap impulsive buying konsumen fashion yang dimediasi positive emotion di Kota Denpasar. E-Jurnal Manajemen Unud, 4(6), 1684-1700.
Siswandari, A. D. (2005). Perilaku Membeli Impulsif Pada Remaja. (Skripsi) Yogyakarta: Universitas Wangsa Manggala.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Suhartini, Y. I., Rodhiyah., & Listyorini, S. (2016). Pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement, dan Hedonic Shopping Motivation terhadap Impulse Buying. (Skripsi) Semarang: Universitas Diponegoro.
Sulistiowati, H., & Widodo, P. B. (2015). Stres dan Kecenderungan Pembelian Impulsif pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. (Skripsi)Semarang: Universitas Diponegoro.
Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency: Feeling and no thinking. European Journal of Personality, 15, 71-83.
Wahyudi, A. Y. H. (2017). Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup Terhadap Minat Menabung. (Skripsi) Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Wauran, P., & Poluan, J. G. (2016). Pengaruh promosi penjualan dan servicescape terhadap impulse buying dengan shopping emotion sebagai variabel intervening. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(4), 532-544.