Keteguhan Lengkung Statis Papan Semen Partikel dari Kayu Merkubung (Macaranga gigantea Muell.Arg.)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32522/q578gs42

Keywords:

batang-cabang-ranting, kayu Merkubung, keteguhan lengkung statis, MoE dan MoR, papan semen partikel.

Abstract

Kayu Merkubung (Macaranga gigantea Muell.Arg.) merupakan salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang banyak ditemukan di hutan sekunder Kalimantan. Pemanfaatannya sebagai bahan baku papan semen partikel menjadi alternatif penting untuk bahan konstruksi bangunan pengganti kayu solid. Sejauh ini pemanfaatan kayu Merkubung terbatas hanya pada bagian utamanya saja yaitu bagian batang. Guna mengoptimalkan biomassa kayu secara menyeluruh, penelitian ini memanfaatkan bagian batang, cabang dan ranting sebagai bahan baku campuran untuk pembuatan papan semen partikel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat keteguhan lengkung statis papan semen partikel dari campuran bagian batang dan kombinasi cabang-ranting kayu Merkubung. Formulasi campuran bagian batang dan cabang-ranting adalah 50:50 (perbandingan % berat).  Kerapatan target papan semen partikel yang dibuat 1,2 g/cm3, rasio berat partikel dan semen 1:3, akselerator CaCl2 sebanyak 2%, tekanan kempa 30 bar. Pengujian sifat keteguhan lengkung statis (MoE dan MoR) mengacu pada standar ISO 8335 (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keteguhan lengkung statis (MoE dan MoR) memenuhi standar nilai ASTM (1987) dengan nilai MoE dan MoR masing-masing adalah 3.385,7 N/mm2 dan 16,04 N/mm2.

Author Biographies

  • Jufriah Jufriah, Mulawarman University
    Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis
  • Erly Rosita, Mulawarman University
    Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis
  • Sri Asih Handayani, Mulawarman University
    Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis

References

Amirta, R., Anggi, E.M., Ramadhan, R., Kusuwa, I.W., Wiati, C.B., dan Haqiqi, M.T. (2017). Potensi Pemanfaatan Macaranga (Edisi September 2017). Mulawarman University Press.

Anonim. (1987). ISO 8335:1987 (E): International Standard of Cement Bonded Particleboards—Board of Portland or Equivalent Cement Reinforced with Fibrous Wood Particles (1st ed.). Switzerland.

Hachmi, M. and A. G. Campbell, 1989. Wood-cement chemical relationship. Fiber and particleboard bonded with inorganic binder. Volume 1. Forest Product Society. USA

Kamil, R. N. 1970. Prospek pendirian industri papan wol kayu di Indonesia. Laporan No. 95. LPHH. Bogor.

Kasmudjo. (1985). Pembuatan papan semen partikel. Pustaka Pribadi Budi Sutiya Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin.

Luhan, G., Damiri, H.M., dan Gustaf, J.F. (2016). Kualitas papan semen partikel kayu mahang. Jurnal Hutan Tropika (ISSN: 1693-7643). Vol. XI No.1, Juni 2016. Hal. 9-17.

Moslemi, A. A. (1989). Wood cement panel product: Coming of Age. In Fiber and particleboard bonded with inorganic binders (Vol. 1). Forest Product Research Society.

Rosita, E., Jufriah dan Handayani, S.A. (2025). Kestabilan dimensi papan semen partikel campuran kayu Merkubung (Macaranga gigantea Muell.Arg.) dan meranti merah (Shorea spp.). Agifarm Journal. Volume 14, No 2, Desember 2025. EISSN: 2540-8992. Page.145-155. DOI: 10.24903/ajip.v14i2.3857.

Simatupang, M. H. (1995). Bod dan bahan cetakan dengan bahan perekat tak organik (Catatan Kuliah Teknologi Kayu II). Pusat Pengkajian Teknologi Industri, Universiti Sains Malaysia.

Downloads

Published

2026-10-28

Issue

Section

Articles