Pengaruh Pemberian Arang Serbuk Gergaji dan Frekuensi Penyiraman pada Media Tanam Subsoil terhadap Pertumbuhan Semai Bambang Lanang (Michelia champaca L.)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32522/9469wg90

Keywords:

Bambang lanang, Growing media, Sawdust charcoal, Watering frequency

Abstract

Bambang lanang (Michelia champaca L.) merupakan jenis tanaman bernilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian arang serbuk gergaji dan frekuensi penyiraman pada media tanam subsoil terhadap pertumbuhan semai bambang lanang. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan komposisi media tanam sebagai petak utama, yaitu M1 (100% subsoil), M2 (75% subsoil + 25% arang serbuk gergaji), M3 (50% subsoil + 50% arang serbuk gergaji), dan M4 (25% subsoil + 75% arang serbuk gergaji), serta frekuensi penyiraman sebagai anak petak, yaitu F1 (sekali sehari), F2 (dua kali sehari), dan F3 (sekali dalam dua hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh terhadap pertambahan tinggi, berat segar tajuk dan akar, serta berat kering tajuk dan akar. Frekuensi penyiraman dan interaksinya dengan media tanam hanya berpengaruh terhadap berat segar tajuk. Penambahan arang hingga 50% menghasilkan pertumbuhan yang setara dengan 100% subsoil, sedangkan proporsi 75% cenderung menurunkan pertumbuhan. Nilai kekokohan semai berkisar 4,79–6,53. Dengan demikian, arang serbuk gergaji dapat digunakan hingga proporsi 50% sebagai campuran media subsoil untuk mendukung pertumbuhan semai bambang lanang secara efektif.

References

Afifah, H., Sutriono, R., & Aji, I. M. L. (2016). Pengaruh Media Tanam Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Semai Tanaman Kayu Putih ( Melaleuca Cajuputi ). GaneC Swara, 10(1), 107–114.

Airansi, A., Indriyanto, & Asmarahman, C. (2022). Pengaruh Penambahan Arang Sekam terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes) dan Jati (Tectona grandis L.f.). Penelitian Hutan Tanaman, 19(2), 111–122.

Aprialdi, D., Haiban, M. I., Kløve, B., & Haghighi, A. T. (2019). Irrigation Requirement for Eucalyptus pellita During Initial Growth. Water (Switzerland), 11(10), 1–14. https://doi.org/10.3390/w11101972

Bueno, M. M., Dos Santos Leles, P. S., Abreu, J. F. G., Dos Santos, J. J. S., & De Carvalho, D. F. (2020). Water requirement and growth indicators of forest tree species seedlings produced with automated irrigation management. PLoS ONE, 15(11 November), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0238677

Dewi Agustin, A., Riniarti, M., & . D. (2014). Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Dan Arang Sekam Padi Sebagai Media Sapih Untuk Cempaka Kuning (Michelia Champaca). Jurnal Sylva Lestari, 2(3), 49–58. https://doi.org/10.23960/jsl3249-58

Gusmailina, G. (2010). PENGARUH ARANG KOMPOS BIOAKTIF TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN BULIAN (Eusyderoxylon zwageri) DAN GAHARU (Aquilaria malaccensis). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28(2), 93–110. https://doi.org/10.20886/jphh.2010.28.2.93-110

Khoirunnisa, Deselina, P. B. A. N. (2022). Pengaruh Media Tanam Dan Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Semai Bambang Lanang the Effect of Planting Media and Dosage of Npk Fertilizer on the Growth of Bambang Lanang Seeds. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kehutanan Indonesia E, 1(1), 25–39.

Mariana, M. (2017). Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Nilam (Pogostemon cablin Benth). Agrica Ekstensia, 11(1), 1–8.

Merlyn Mariana. (2017). Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Nilam. Agrica Ekstensia, 11(1), 1–8.

Rosniawaty, S., Maulina, A., Suherman, C., Soleh, M. A., & Sudirja, R. (2020). Modifikasi Penggunaan Subsoil Melalui Penambahan Bahan Organik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.). Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 8(1), 37. https://doi.org/10.35138/paspalum.v8i1.157

Siahaan, H., Sumadi, A., Purwanto, & Tata, M. H. L. (2022). Indeks Kualitas Tempat Tumbuh Tegakan Bambang Lanang di Sumatera Selatan. Penelitian Hutan Tanaman, 19(2), 165–177.

Sukarman, J. H., Thomas, A., Kalangi, J. I., & Lasut, M. T. (2012). PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JABON MERAH (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil). Cocos, 2(2), 1–13.

Supriyanto, & Fidryaningsih, F. (2010). Pemanfaatan Arang Sekam untuk Memperbaiki Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) pada Media Subsoil Utilization of Rice-Hush Charcoal to Improve Growth of Jabon Seedlings (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq) on Subsoil Media. Jurnal Silvikultur Tropika, 1, 24–28.

Wasis, B., & Megawati, N. J. (2013). Pertumbuhan semai krey payung (Filicium decipiens) pada media bekas tambang pasir dengan penambahan arang dan pupuk npk. J Silvikultur Tropika, 4(2), 69–76.

Windyarini, E. W., & Hasnah, T. M. H. (2015). Identification and Seedlings Growth Evaluation of Shorea Species-Producing Tengkawang. Jurnal Wasian, 2(1), 33–40. https://doi.org/10.62142/9c1czv33

Yenti, L. S., & Adiwirman. (2016). RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN GAHARU (Aquilaria malacensis) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR (PPC) ORGANIK. 3(1).

Yisau, J. A., Adesewa, A. R., Ndidi, E. P., & Agnes, M. A. (2023). Early Growth Response of Khaya senegalensis Seedlings to Water Requirement. European Journal of Agriculture and Food Sciences, 5(4), 28–31. https://doi.org/10.24018/ejfood.2023.5.4.687

Yuniarti., N., & Nurhasybi. (2015). Perubahan Viabilitas dan Biokimia benih Bambang Lanang ( Michelia champaca Linn.) Pada Berbagai Pengeringan dan Metode Penyimpanan. 36–48.

Downloads

Published

2026-10-28

Issue

Section

Articles