Analisis Vegetasi Dan Strategi Pengelolaan Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) Guna Mendukung Upaya Konservasi

Authors

  • Muhammad Emir Faisal Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Adistina Fitriani Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Basir Basir Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.32522/99mfav24

Keywords:

Analisis Vegetasi, Gandaria (Bouea macrophylla Griffith), INP, Konservasi, SWOT

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi di sekitar habitat gandaria serta merumuskan strategi pengelolaan dan konservasi untuk mendukung keberlanjutan spesies tersebut di Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten, yaitu Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan, menggunakan metode analisis vegetasi dengan teknik purposive sampling pada empat tingkat pertumbuhan (semai, pancang, tiang, dan pohon). Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominasi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Selain itu, strategi pengelolaan dirumuskan dengan analisis SWOT berdasarkan data wawancara langsung kepada masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gandaria memiliki nilai INP tertinggi pada tingkat semai dari tiga lokasi, masing-masing sebesar 55,44% di Balangan, 44,31% di Hulu Sungai Tengah, dan 42,28% di Hulu Sungai Selatan, yang menunjukkan proses regenerasi alami masih berlangsung dengan baik. Namun, dominasi gandaria menurun pada tingkat pancang dan tiang akibat kompetisi dengan spesies lain, terutama persaingan dengan tanaman perkebunan. Analisis kesesuaian habitat menunjukkan bahwa gandaria mampu tumbuh pada ketinggian rendah hingga menengah dan topografi bergelombang hingga agak curam serta kondisi iklim basah. Hasil analisis SWOT menunjukkan pengelolaan gandaria pada kuadran strategi agresif, yang menekankan pada pemanfaatan potensi ekologis dan pengetahuan lokal dimasyarakat.

References

Aini, F., Supriyadi, & Suryanto, A. (2019). Pertumbuhan semai beberapa jenis pohon hutan pada tingkat naungan yang berbeda. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.20886/jphka.2019.16.1.1-10

Chazdon, R. L., & Guariguata, M. R. (2016). Natural regeneration as a tool for large-scale forest restoration in the tropics: Prospects and challenges. Biotropica, 48(6), 716–730. https://doi.org/10.1111/btp.12381

Diyanti, Y. (2018). Analisis SWOT sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Usaha Tahu di Desa Hajoran Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Skripsi tidak diterbitkan, hal. 15-16.

Fitriani, N., Heriyanto, N. M., & Rachman, A. (2020). Regenerasi alami beberapa jenis pohon buah hutan di Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 17(2), 95–104. https://doi.org/10.20886/jpht.2020.17.2.95-104

Gunawan, R., Rizki, M. I., Anafarida, O., & Mahmudah, N. (2021). Modeling potential distribution of Baccaurea macrocarpa in South Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22, 3230-3236. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220803

Khairiah, N., & Salim, R. (2020). Potensi Ekstrak Buah Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) sebagai Antibakteri terhadap beberapa Bakteri Patogen [The Potential of Gandaria Fruit Extract (Bouea macrophylla Griffith) as an Antibacterial Against Several Pathogenic Bacteria]. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan 12(2), 73.

Papilaya, P.M., & Persulessy, A.E. (2025). Estimation of carbon insulated in biomass of Maluku endemic Gandaria (Bouea macrophylla) at different growth-places on Ambon Island. AIP Conference Proceedings, 3206, 040001. https://doi.org/10.1063/5.0260042

Purwaningsih, P., Pramono, E., & Ningsih, W. K. (2021). Struktur dan komposisi vegetasi tingkat permudaan di hutan tropis basah. Jurnal Hutan Tropis, 9(2), 123–134. https://doi.org/10.20886/jht.2021.9.2.123-134

Rehatta,H. Coronel, R.E. & Verheij, E.W.M. (2005). Potensi dan pengembangan tanaman gandaria (Bouea macrophylla Griffith) di desa Soya Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Laporan Hasil Penelitian. Lemlit. Universitas Pattimura. Ambon. (Eds.): Plant Resources of South-East Asia. No. 2: Edible fruits and nuts. Prosea Foundation, Bogor, Indonesia. pp. 104-105.

Setiawan, D., Winarni, N. L., & Kusmana, C. (2019). Keanekaragaman jenis vegetasi dan perannya dalam kestabilan ekosistem hutan hujan tropis. Jurnal Biologi Tropis, 19(3), 257–265. https://doi.org/10.29303/jbt.v19i3.1234

Shimizu, Y., Kitajima, K., & Ichie, T. (2021). Light requirements for sapling growth of tropical tree species: Implications for forest restoration. Forest Ecology and Management, 482, 118877. https://doi.org/10.1016/j.foreco.2020.118877

Suhartono, & Mulyana, S. (2018). Populasi, sebaran, dan potensi ekonomi sediaan anakan jenis Dipterokarpa di Hutan Cigerendeng. Ulin – Jurnal Hutan Tropis, 2(1), 41–48. https://doi.org/10.32533/ulin.v2i1.1315

Yuniarti, N., Fitriani, N., & Heriyanto, N. M. (2020). Potensi regenerasi alami beberapa jenis pohon buah hutan di hutan sekunder. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 17(2), 119–130. https://doi.org/10.20886/jphka.2020.17.2.119-130

Yusrina, C., Fitriyanti, F., Fitriani, H.L. (2022). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pharmacoscript, 5(2), 212-224. https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v5i2.1031

Downloads

Published

2026-10-28

Issue

Section

Articles