Pendugaan laju erosi pada beberapa tutupan lahan berbeda di Kawasan Tambang Batubara PT Singlurus Pratama
DOI:
https://doi.org/10.32522/ujht.v9i1.17230Keywords:
Erosi tanah, Fisik tanah, Kimia tanah, Kawasan tambang batubara, Tingkat bahaya erosiAbstract
Kegiatan penambangan batubara memiliki dampak negatif bagi lingkungan di mana dapat terjadi perubahan kondisi lahan seperti terjadinya erosi dan sedimentasi juga longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan tingkat bahaya erosi pada areal revegetasi 2021, kebun karet dan areal disposal di PT Singlurus Pratama. Metode penelitian laju erosi menggunakan metode tongkat dengan pembuatan plot ukur erosi berukuran 20 m × 20 m dan pembatas plot ukur erosi di sekitar plot berjarak 50 cm dari plot serta pengujian sifat fisik dan kimia tanah. Didapatkan hasil nilai laju erosi tertinggi hingga terendah yaitu: areal disposal sebesar 338,58 ton/ha/tahun, areal revegetasi 2021 sebesar 62,04 ton/ha/tahun dan kebun karet sebesar 38,76 ton/ha/tahun, status tingkat bahaya erosi (TBE) pada areal revegetasi 2021 dan areal disposal termasuk ke dalam TBE sangat berat dan kebun karet tergolong ke dalam TBE sedang. Untuk mengendalikan laju erosi, dengan cara memastikan agar tanaman cover crop dan pohon dapat tumbuh dengan produktif serta melakukan pengayaan dan penambahan jenis tanaman fast growing spesies atau lokal, juga membangun bangunan konservasi tanah dan air seperti teras dan penataan pembukaan lahan (recontouring atau reshapping) pada areal agak curam sampai dengan sangat curam sehingga dapat mengendalikan limpasan permukaan dan mengurangi bahaya erosi.References
Abidin, R. Z., Sulaiman, M. S., & Yusoff, N. (2017). Erosion risk assessment: A case study of the Langat River bank in Malaysia. International Soil and Water Conservation Research, 5(1), 26-35.
Anggraini, L. R., Agus, A. T., Novianti, Y. S., Mulyono, E. E., & Yuliyanto, Y. (2019). Indeks bahaya erosi pada lahan reklamasi. Jurnal GEOSAPTA, 5(2), 141. https://doi.org/10.20527/jg.v5i2.5804
Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air (Edisi kedua). IPB Press.
Budiastuti, M. S. (2009). Hidrologi tapak lahan: Perubahan tutupan lahan dan tingkat resapan air. Sains Tanah (Journal of Soil Science and Agroclimatology), 6(1), 15-26.
Hanafiah, A. L. (2005). Dasar-dasar ilmu tanah. PT. Raja Grafindo Persada.
Islami, T., & Utomo, W. H. (1995). Hubungan tanah, air, dan tanaman. IKIP Semarang Press.
Lesmana, D. M. M., Cahyadi, T. A., Sb, W. S. W., Nursanto, E., & Winarno, E. (2020). Perbandingan hasil prediksi laju erosi dengan metode USLE, MUSLE, dan RUSLE. Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN), 2(1), 307-312.
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 26 Tahun 2018 tentang pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik dan pengawasan pertambangan mineral dan batubara.
Peraturan Direktur Jenderal BPDAS-PS Kementerian Kehutanan RI Nomor P.04/V-SET/2013.
Sarminah, S., Kristianto, D., & Syafrudin, M. (2018). Analisis tingkat bahaya erosi pada kawasan reklamasi tambang batubara PT Jembayan Muarabara Kalimantan Timur. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 1(2), 154-162.
Sarminah, S., Gultom, U. A., & Ramayana, S. (2022). Estimasi erodibilitas tanah dan identifikasi jenis erosi di wilayah pasca tambang batubara. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 21(1), 13-26.
Utomo, W. H. (1994). Erosi dan konservasi tanah. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Yamani, A. (2015). Studi besarnya erosi pada areal reklamasi tambang batubara di PT Arutmin Indonesia Kabupaten Kotabaru. Jurnal Hutan Tropis, 13(1), 46-54.
Zulkarnain. (2014). Soil erosion assessment of the post-coal mining site in Kutai Kartanegara District, East Kalimantan Timur. International Journal of Science of Engineering (IJSE), 7(2).