Pengaruh Laju Alir Terhadap COD, BOD dan VFA pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dalam Bioreaktor Anaerobik

Authors

  • Elvania Br. Pandia Program Studi Teknik Kimia Universitas Mulawarman
  • Hernawati Hernawati Program Studi Teknik Kimia Universitas Mulawarman
  • Theresia Jari Program Studi Teknik Kimia Universitas Mulawarman
  • Abdul Kahar Program Studi Teknik Kimia Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30872/cmg.v4i2.4591

Abstract

Limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas menggunakan reaktor anaerobik. Dalam limbah cair kelapa sawit terdapat beberapa komponen penyusun yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Volatile Fatty Acid (VFA). Perubahan terhadap kandungan dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dipengaruhi oleh laju alir yang terjadi dalam bioreaktor anaerobik. Pada penelitian ini dilakukan variasi laju alir yaitu Q1 ambient 0 L/hari, Q2 6 L/hari, Q3 24 L/hari untuk mengetahui laju alir optimal dalam pengolahan LCPKS pada bioreaktor anaerobik. Pengamatan dilakukan secara rutin dan resirkulasi sampel POME dilakukan selama ± 6 jam/hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh laju alir terhadap perubahan kadar COD, BOD, dan VFA yang terkandung dalam LCPKS dengan menggunakan bioreaktor anaerobik. Hasil dari penelitian ini adalah laju alir optimal dalam penurunan kadar COD, BOD, dan VFA dalam LCPKS yaitu sebesar 24 L/menit, dimana semakin besar laju alir yang diberikan maka kadar penurunan COD dan BOD yang terkandung dalam limbah cair kelapa sawit akan semakin besar, hal tersebut juga berlaku pada pembentukan VFA pada limbah cair, hal ini disebabkan karena penambahan variasi laju alir dapat mempengaruhi proses degradasi bahan-bahan organik dalam limbah cair kelapa sawit.

 

Kata Kunci : POME, laju alir, bioreaktor anaerobik, biogas, LCPKS.

References

Ahmad, A., & Atikalidia, M., 2011, Penyisihan Chemical Oxygen Demand ( COD ) dan Produksi Biogas Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dengan Bioreaktor Hibrid Anaerob Bermedia Cangkang Sawit.

Appels, L., Baeyens, J., Degrève, J., & Dewil, R., 2008, Principles and potential of the anaerobic digestion of waste-activated sludge. Progress in Energy and Combustion Science 34(6) pp. 755–781. https://doi.org/10.1016/j.pecs.2008.06.00

Gunawan, R.., & Kahar, A., 2019, Pengaruh Laju Alir Resirkulasi Pada Seeding Dan Aklimatisasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit ( LCPKS ) pp.122–129.

Hasanudin, U., & Haryanto, A., 2017, Karakteristik Pengolahan Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit Dalam Bioreaktor Cigar Semi Kontinu Characteristic of Palm Oil Mill Waste Water Treatment Using Semicontinue Anaerobic Cigar Bioreactor, Teknik Pertanian Lampung 6(2) pp. 81–88.

Kahar, A., Warmadewanthi, I., & Hermana, J., 2018, Effects Of Temperature-Ph On Liquid Phase Mass Transfer And Diffusion Coefficients At Leachate Treatment In Anaerobic Bioreactor 7(2) pp. 41–48.

Nur, M., 2009, Analisis Pemanfaatan Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Untuk Land Application pp. 1–10.

Reid, R. C., Sherwood, T. K., & Street, R. E., 1959, The Properties of Gases and Liquids. In Physics Today (Vol. 12).

Schink, B., 2002, Synergistic interactions in the microbial world. Antonie van Leeuwenhoek, International Journal of General and Molecular Microbiology 81(1–4) pp. 257–261.

Syafila, M., H. Djajadiningrat, A., & Handajani, M., 2003, Kinerja Bioreaktor Hibrid Anaerob dengan Media Batu untuk Pengolahan Air Buangan yang Mengandung Molase, ITB Journal of Sciences.

Warnida, H., & Yullia Sukawati, 2016, Formulasi Ekstrak Daun Kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam Bentuk Gel Anti Acne, Indonesian Journal on Medical Science 3(2) pp. 75–79.

Yuliasari R, 2001, Pengelolaan Limbah Cair Kelapa Sawit dengan Reaktor Anaerobik Unggun Tetap Tipe Aliran ke bawah, Warta PPKS, Bogor.

Downloads

Published

2020-12-25