Nilai Moral Tokoh Utama dalam Novel Saving Ludo Karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v7i3.8549Abstract
ABSTRAK
Karya sastra anak menjadi media yang menghadirkan tokoh-tokoh di dalam cerita sebagai cerminan saat berperilaku. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah, yaitu bagaimana nilai moral dalam fakta cerita novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie dan bagaimana nilai moral tokoh utama dalam novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan fakta cerita dan nilai moral pada novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah kajian sastra anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang berbentuk narasi maupun dialog. Sumber data penelitian berasal dari novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan simpulan.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, fakta cerita pada novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie terdiri dari tokoh, latar, dan alur. Melalui tokoh yang dihadirkan pengarang di dalam cerita, anak dapat mengambil contoh perilaku yang baik untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari yaitu tokoh Theo, Ludo, Marry Ann, Frances dan Suster Edith. Kedua nilai moral yang terdapat pada tokoh-tokoh yang dihadirkan ialah jujur, menjadi diri sendiri, berani bertanggung jawab, kemandirian, keberanian moral, dan kritis.
Kata Kunci: Novel, saving ludo, nilai moral, sastra anak.
References
Bertens, K.1993. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Ismawati, Esti. 2013. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Purba, Antilan. 2010. Sastra Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sarumpaet, Toha. K Riris. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Suseno, Frans Magnis. 2007. Etika Dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral.-Ed.2
Yogyakarta: Karnisius.
Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi. Terjemahan Sugihastuti dan Rossi Abil Al Irsyad.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winarni, Retno. 2014. Kajian Sastra Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu. Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).