TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM UJARAN KEBENCIAN PADA KOMENTAR SELEBGRAM RIO DAN KEKEYI: KAJIAN PRAGMATIK
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v7i4.8390Keywords:
pragmatik, selebgram, tindak tutur ilokusi, ujaran kebencianAbstract
Penelitian ini menggunakan objek ujaran-ujaran kebencian pada komentar Selebgram Rio dan Kekeyi yang dianalisis menggunakan kajian pragmatik. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam ujaran kebencian pada komentar selebgram Rio dan Kekeyi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi berupa asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Bentuk ilokusi merujuk pada pernyataan, nasihat, saran, serta umpatan dengan secara tidak langsung dan mengarah sindiran. Kemudian, ditemukan fungsi ilokusi kompetitif, kolaboratif, dan konfliktif. Fungsi ilokusi dengan tujuan sosial bersifat netral, menyatakan, dan menyumpahi. Bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang dituliskan oleh netizen untuk Rio dan Kekeyi dapat digolongkan sebagai pelanggaran dalam pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dikarenakan tuturan tersebut mengandung ujaran kebencian.References
Abdul chaer dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Krisnayuda, Dionysois Raharditya. 2020. “Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Pedagang Batik dengan Calon Pembeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta September-Desember 2019”. Skripsi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Diterbitkan.
Lubis, Hamid Hasan. 2015. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: CV Angkasa.
Mardalis. 1995. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasrullah, Ruli. 2016. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Novandria, Cindy Dwika. 2020. “Kajian Cyberpragmatics Ujaran Kebencian Kepada Pejabat Publik dalam Twitter Tahun 2019“. Skripsi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Diterbitkan.
Permatasari, Devita Indah. 2019. “Tindak Tutur Ilokusi Ujaran Kebencian Facebook Tahun 2017-2019“. Skripsi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Diterbitkan.
Rangkuti, Rahmadsyah dan Zulfan. 2019. Kesantunan Berbahasa: Upaya Mencegah terjadinya Ujaran Kebencian. Medan: Wal-Ashri Publishing.
Yule, George. 2018. Pragmatics. Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia Oleh Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mustajab. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).