Solidaritas Sosial Dayak Bahau dalam Roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham Kajian Sosiologi Sastra
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v7i4.7875Abstract
Solidaritas sosial adalah perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan, aturan, dan kepercayaan bersama. Solidaritas sosial dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas sosial organik dan mekanik. Perbedaan solidaritas sosial mekanik dan organik dapat dilihat dari sistem kerja, kepadatan dinamis, hukum refresif dan restitutif, normal dan patologis, serta keadilan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat, dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan metode penafsiran melalui unsur intrinsik roman berdasarkan teori-teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Bahau di dalam roman Legenda Lubang Undan karya Johansyah Balham mempunyai bentuk solidaritas sosial mekanik, yaitu bersatu karena semua orang adalah generalis. Ikatan di antara orang-orang ialah karena mereka terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Suku Bahau mempunyai (a) tanggung jawab yang mirip yaitu mata pencaharian mereka adalah berladang, berburu, dan mencari sumber daya alam di dalam hutan; (b) hukum refresif yaitu hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat; (d) mereka memiliki moralitas yang kuat mengenai baik dan tidak baik melalui panutan mereka dari seseorang yang disebut kepala adat; (e) keadilan yang dipersatukan karena memiliki pengalaman yang sama yaitu adanya upacara kematian yang diurus bersama-sama, pesta panen, dan juga upacara pernikahan. Solidaritas organik suku Bahau adalah (a) kepadatan dinamis, yaitu terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk dan munculnya pembagian kerja dalam masyarakat.Downloads
Additional Files
Published
2023-11-13
Issue
Section
Articles
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).