KEPRIBADIAN NEUROTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MAYSURI KARYA NADJIB KARTAPATI: KAJIAN PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v7i2.7855Keywords:
novel, psikoanalisis sosial, kepribadian neurotik, tokoh utamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, mendeskripsikan faktor penyebab
terjadinya kepribadian neurotik tokoh utama melalui analisis psikoanalisis sosial Karen Horney
dan menguraikan bentuk pemenuhan dorongan kompulsif tokoh utama dalam novel Maysuri
karya Nadjib Kartapati. Penulis tertarik mengkaji novel Maysuri, karena novel ini mengisahkan
anak pelacur yang tidak segan untuk tidak menyembunyikan latar belakang ibunya yang
merupakan seorang pelacur. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu
untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kepribadian neurotik dan bentuk pemenuhan
dorongan kompulsif tokoh utama dalam novel Maysuri. Penelitian ini menggunakan pendekatan
psikoanalisis sosial Karen Horney. Sumber data penelitian adalah novel Maysuri karya Nadjib
Kartapati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis
data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa fakta cerita novel Maysuri karya Nadjib Kartapati terdiri atas tokoh, alur
dan latar. Tokoh Maysuri digambarkan selalu berkelakuan baik tetapi menderita kepribadian
neurotik. Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu alur maju. Latar cerita ini yaitu Jakarta,
kamar Maysuri, rumah nomor 59, rumah Ayah Fandi, dan kontrakan Maysuri. Faktor
terbentuknya kepribadian neurotik Maysuri disebabkan oleh tiga pengaruh kultur modern dan
pengabaian pada masa kanak-kanak. Hal tersebut mengharuskan Maysuri untuk memenuhi
dorongan kompulsif sebagai usaha untuk melawan kecemasan dasar dan melawan konflik dasar
yang terdiri dari delapan kubutuhan neurotik dan tiga kecenderungan neurotik yang
memunculkan mekanisme pertahanan ego.
References
Damono, Sapardi Djoko. 1979. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Singkat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Feist, J.G. 2017. Teori Kepribadian, Edisi 8. Jakarta: Salemba Humanika.
Kartapati, Nadjib. 2016. Maysuri. Tanggerang Selatan: PT Pustaka Alvabet.
Mindrop, Albertine. 2011. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sulaiman, Hamidah dkk. 2020. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja Pengasuhan Anak Lintas Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).