SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE PADA KUMPULAN CERPEN KAYU NAGA KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i4.7564Keywords:
cerpen, ikon, indeks, makna tanda, simbolAbstract
Kumpulan cerpen ini mengandung unsur budaya Kalimantan. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanda-tanda yang terdapat pada kumpulan cerpen tersebut dapat dianalisis berdasarkan semiotik Charles Sanders Peirce yang berfokus pada tanda ikon, indeks, dan simbol. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tanda-tanda yang terdapat pada kumpulan cerpen Kayu Naga dengan menggunakan metode semiotik Charles Sanders Peirce. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat dan paragraf yang mengandung tanda ikon, indeks, dan simbol. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik tipologi tanda Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian ini, ditemukan ikon berupa foto Ibu. Tanda indeks yang ditemukan berupa wajah membiru, api menyala, air mata, asap, bekas darah tertumpah, ceceran darah, dan bekas serangan tawon. Tanda simbol yang ditemukan berupa ngati, dan nyepukng. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tanda-tanda dalam kumpulan cerpen tersebut mengandung kegiatan dan keseharian masyarakat Dayak. Adapun dalam analisis ini, penulis banyak mendapatkan unsur-unsur semiotik berupa indeks. Indeks adalah tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Atau disebut tanda sebagai suatu bukti.
References
Ahmad dan Abdullah. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.
Amalia, A. F., Kristanto, N. H., & Waluyo, S. 2022. Semiotika Nonverbal dalam Musik Video “Azza” Karya Rhoma Irama (Kajian Semiotika Roland Barthes). Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(4), 731-748. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i4.494
Nurgiyantoro, Burhan. 1994. Teori Pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rampan, Korrie Layun. 2007. Kayu Naga: Kumpulan Cerita Pendek. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra; Perkenalan awal terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sariana, S., Mulawarman, W. G., & Rokhmansyah, A. (2022). Tanggapan Anak Terhadap Legenda Pesut Mahakam: Kajian Resepsi Sastra. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 6(2), 292-298. http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/3984
Sobur, Alex. 2009. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Zoest, Aart van. 1996. Fiksi dan Nonfiksi Dalam Kajian Semiotik. Penerjemah, Manoekmi Sardjoe; Penyunting, Apsanti Ds. Jakarta. Intermasa.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).