Eksistensi Tokoh Dalam Naskah Drama "RT NOL RW NOL" Karya Iwan Simatupang (Kajian Eksistensialisme Albert Camus)
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i4.6391Keywords:
Culture StudiesAbstract
Naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang berisi tentang perjuangan sekelompok manusia melepas statusnya sebagai tunawisma dan memberi makna dalam hidup masing-masing. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji karakteristik dimensional dan eksistensi tokoh dalam naskah drama tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah dialog (hauptext) dan teks samping (nabentext) dalam naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan tulis. Teknik analisis data menggunakan teori karakteristik dimensional dan teori eksistensialisme Albert Camus. Hasil dari penelitian ini: (1) karakteristik dimensional tokoh terbentuk dari faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut dapat dilihat dari dimensi fisiologis dan sosiologis tokoh. Karakteristik dimensional tokoh menunjukkan gambaran jenis tunawisma. Tokoh kakek dan si pincang sebagai tunawisma yang lemah dan bekerja sebagai pengemis. Tokoh Ani, Ina, dan Bopeng sebagai tunawisma yang menghalalkan keburukan sebagai pekerjaan. Tokoh Ati sebagai gambaran seseorang yang akan menjadi tunawisma; (2) eksistensi tokoh dikategorikan menjadi dua: pemenang dan pecundang. Tokoh kakek, si pincang, Ina, Bopeng, dan Ati sebagai pemenang karena berhasil melawan penderitaan masing-masing. Tokoh Ani sebagai pecundang karena melakukan bunuh diri secara filsafat dalam menghadapi penderitaannya. Berdasarkan analisis naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang, naskah drama tersebut memiliki relevansi dengan kehidupan abad ke-21 ini. Naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang secara tekstual merupakan naskah drama konvensional sedangkan secara konseptual menggunakan gagasan absurd.Downloads
Additional Files
Published
2022-10-05
Issue
Section
Articles
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).