PERBANDINGAN NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN FILM HUJAN BULAN JUNI SUTRADARA RENI NURCAHYO H.S.
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i3.6194Keywords:
SastraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan fakta cerita dan bentuk ekranisasi. Penelitian ini tertarik mengkaji novel Hujan Bulan juni dan film Hujan Bulan Juni Karena karya ini sudah mengalami transformasi dari satu karya ke karya lainnya bermula dari puisi Hujan Bulan Juni, Novel, Musikalisasi atau lagu kemudian akhirnya diterbitkan dalam bentuk audio-visual yaitu film. Jenis penelitian termaksuk dalam jenis penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa kata dan kalimat dalam novel serta dialog antar tokoh yang ditranskripsikan dalam bentuk teks. Sumber data yang digunakan adalah Novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dan Film Hujan Bulan Juni sutradara Reni Nurcahyo H.S. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca, simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarik simpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa dalam novel dan film memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya yaitu: Pertama, alur cerita keduanya adalah alur campuran. Bagian kedua,tokoh utama dalam novel dan film memiliki persamaan. Bagian ketiga, latar cerita yang menjadi sorotan utama dalam novel dan film memiliki persamaan yaitu Yogyakarta, Jakarta, Manado, Gorontalo, Solo, dan Jepang berdasarkan latar tempat. Sedangkan perbedaannya yaitu: Pertama, pada bagian akhir cerita novel (sad ending) dan film (happy ending). Bagian kedua, pada tokoh novel dan film berbeda yaitu pada peran tokoh tambahan digantikan dalam film. Bagian ketiga, pada latar sosial atau budaya yaitu budaya Jawa, budaya Manado. Dengan sumber data yang berbeda, novel dan film (telah ditranskrip menjadi dialog film) maka penelitian menggunakan ekranisasi yaitu: Aspek penciutan dalam novel ke film terjadi karena adanya perubahan media sehingga mengharuskan pembatasan durasi untuk film maka dilakukan pemotongan cerita. Kemudian penambahan dalam novel ke film terjadi karena beberapa cerita perlu ditambahkan agar cerita tetap relevan menurut sutradara. Terakhir aspek perubahan dalam novel ke film yaitu adanya proses transformasi yang menyebabkan gaya penceritaan, ranah ide cerita yang dikurangi dan ditambah sehingga cerita mengalami perubahan variasi.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).