IDEOLOGI DAN CERMINAN KONDISI SOSIAL MASYARAKAT DALAM PUISI “DI TANAH NEGERI INI MILIKMU CUMA TANAH AIR” DAN “AKU MASIH UTUH DAN KATA-KATA BELUM BINASA” KARYA WIJI THUKUL: ANALISIS STILISTIKA KRITIS
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i3.5905Keywords:
Linguistics, Literature, StylisticsAbstract
Penelitian ini akan mencoba mengidentifikasi ideologi yang terdapat pada puisi Wiji Thukul dengan menggunakan pendekatan stilistika kritis. Dengan mengidentifikasi ideologi yang terdapat dalam sebuah teks sehingga dapat membedah pikiran dari penulis. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru diluar konteks sosial yang sudah diteliti sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika kritis. Pada analisis, digunakan dua fungsi tekstual kontekstual yaitu fungsi (1) fungsi penamaan dan pendeskripsian dan (2) fungsi representasi waktu, ruang, dan masyarakat. Dalam mengumpulkan data, Data terbagi menjadi dua, yaitu: Data primer, yaitu data yang menjadi sumber utama sebagai objek penelitian. Sumber data diperoleh dari teks puisi “Di Tanah Negeri Ini Milikmu Cuma Tanah Air” dan “ Aku masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa “ Karya Wiji Thukul. Data Sekunder, yaitu data tambahan untuk mendukung data primer yang diperoleh dari bacaan-bacaan referensi yang relevan dengan objek kajian dalam penelitian, seperti referensi dari buku, makalah, dan penelitian kepustakaan baik yang menyangkut stilistika kritis, fungsi tekstual kontekstual. Melalui penelitian ini ditemukan Wiji Thukul berpandangan bahwa kaum orang pinggiran adalah orang-orang yang termarjinalkan dan tidak memiliki ekonomi yang mencukupi, serta status sosial yang dipandang sebelah mata. Dengan ideologi tersebut Wiji berusaha untuk menyuarakan keresahan dan keterpurukan masyarakat saat itu. Sedangkan dalam puisinya yang kedua Wiji berpandangan bahwa para penguasa adalah kaum anti kritik yang kian memburu penyair-penyair pengkritik ulung tentang ketidakseimbangan suatu sistem.
References
Arsyad, L. (1992). Memahami Masalah Kemiskinan di Indonesia: Suatu Pengantar. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 7(1992).
Burke, M. (Ed.). (2017). The Routledge handbook of stylistics. Routledge.
Gani, E. Pro Kontra UU Organisasi Kemasyarakatan: Pencegahan Anarkisme dan Pembatasan Ruang Gerak Buruh.
Falah, F. (2017). Ideologi dan Kelas Sosial Pengarang dalam Novel Matinya Sang Penguasa Karya Nawal el Sadawi: Kajian Sastra Marxis. NUSA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(2), 100-107.
Hadi, P. K. (2009). Kritik Sosial Dalam Antologi Puisi Aku Ingin Jadi Peluru Karya Wiji Thukul (Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra). Jurnal Pendidikan, 15(1).
Jeffries, L. (2007). Textual construction of the female body: A critical discourse approach. Springer.
Putra, C. R. W. (2018). Cerminan Zaman dalam Puisi (Tanpa Judul) Karya Wiji Thukul: Kajian Sosiologi Sastra. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4(1), 12-20.
Ramadhani, A. N. P. IDEOLOGI SENO GUMIRA AJIDARMA DALAM NOVEL JAZZ, PARFUM, DAN INSIDEN. Nuansa Indonesia, 21(1), 94-111.
Ramdani, E., Martian, V., & Wuryani, W. (2019). MENGANALISIS MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM PUISI KARYA WIJI THUKUL YANG BERJUDUL" PERINGATAN". Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1(5), 761-766.
Santoso, U. BAHASA INDONESIA SEBAGAI PENGHELA ILMU PENGETAHUAN DAN WAHANA IPTEKS; PEMBENTUKAN ISTILAH SEBAGAI SALAH SATU USAHA MEWUJUDKANNYA.
Sari, N. A. (2019). RETORIKA SUBVERSIF DALAM SAJAK-SAJAK WIJI THUKUL: KAJIAN STILISTIKA. JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 1(05), 34-45.
Simpson, P. (2003). Language, ideology and point of view. Routledge.
Sjarif, M. T. C., & Prasetio, A. (2017). Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Dalam Puisi “aku Masih Utuh Dan Kata-kata Belum Binasa” Karya Wiji Thukul. Eproceedings of Management, 4(3).
Van Dijk, T.A. (1997). Discourse as interaction in society, in T.A Van Dijk (ed.) Discourse as social interaction, 1-37.
Wulu, D. M., & Afandy, A. N. (2019). Penindasan Buruh dalam Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1), 77-89.
Xiang, Y. (2011). Critical stylistics, by Lesley Jeffries.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).