KARYA FOTOGRAFI SEBAGAI ARSIP SEJARAH PERKEMBANGAN BUSANA ETNIK WANITA DI PULAU JAWA
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i2.5904Keywords:
Fotografi, Arsip sejarah, Busana etnikAbstract
Fotografi dapat dijadikan sebagai suatu media komunikasi, dokumentasi dan arsip sejarah dari suatu bangsa, yang dapat memperlihatkan bagaimana kondisi sosial dan budaya yang terjadi pada saat itu. Bangsa Indonesia memiliki ragam kebudayaan, salah satunya adalah busana etnik yang dimiliki setiap daerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perkembangan dan inovasi busana etnik wanita di pulau Jawa melalui proses akulturasi budaya dan pemikiran yang panjang, melalui karya fotografi. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur atau dokumentasi, dengan mengumpulkan data dari berbagai media dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa busana etnik yang diturunkan oleh nenek moyang kita adalah kain yang digunakan sebagai pakaian bawahan. Sedangkan kebaya, merupakan hasil akulturasi dari budaya-budaya yang dibawa oleh para pedagang timur tengah, eropa, maupun tiongkok, yang mengalami banyak perkembangan model dan menandakan terjadinya perkembangan pikiran serta rekam jejak sejarah mengenai kebudayaan yang kental di setiap daerah di pulau Jawa. Melalui karya fotografi sebagai arsip sejarah, dapat diamati bagaimana sejarah dan perkembangan busana etnik wanita di pulau Jawa dari masa ke masa.
References
Ajidarma, S, G. 2003. Kisah Mata: Fotografi antara Dua Subyek : Perbincangan tentang Ada. Galang Press. Yogyakarta.
Alamsyah, A. 2018. Kontribusi Arsip dalam Rekonstruksi Sejarah (Studi di Keresidenan Jepara dan Tegal Abad Ke-19). ANUVA: Jurnal kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(2): 153-163.
Handoko, A. Fotografi dalam Wacana Historis. Diakses dari http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319839/pendidikan/Hand+out+sejarah+singka t+fotografi.pdf.
Iskandar, A, Sobarna, C, Mulyana, D & Risagarniwa, Y. 2014. Kajian Budaya Fotografi Potrait dalam Wacana Personalitas, Panggung : Jurnal Seni Budaya 24(3): 308-315.
KBBI Daring. Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/.
Kearsipan Universitas Padjadjaran. Kajian Ilmu Arsip. Diakses dari https://kearsipan.unpad.ac.id/kajian-ilmu-arsip/
Leiden University Libraries. Digital Collections (Kassian Cephas). https://www.library.universiteitleiden.nl/
Lukman, F. F. 2017. Analisis Yuridis Terhadap Kasus Pelanggaran Hak Cipta (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No: 262 K/Pdt.Sus-HKI/2016). Skripsi. Universitas Pelita Harapan Karawaci. Tangerang.
Matanasi, P. Kassian Cephas: Bumiputera Pertama yang Jadi Fotografer. Tirto.id. Diakses dari https://tirto.id/kassian-cephas-bumiputera-pertama-yang-jadi- fotografer-csF6.
Nurdin, P, Rani, M, Z & Suhandi. 1990. Pakaian Adat Tradisional Daerah Bengkulu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Rahayu, S. 2015. Manfaat Hasil Belajar Inovasi Busana Etnik Sebagai Kesiapan Membuka Sanggar Busana. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
Sari, M, P & Hidayatulloh, A, R. 2020 Pengenalan Kebudayaan Indonesia melalui Fotografi Pada Akun Instagram “KWODOKIJO”. Jurnal Pendidikan Multimedia: Edsence (Education, Science, and Creative Technology) 2(2): 111-120.
Sofianto, K & Falah, M. 2020. Arti Penting Situs Astana Gede di Kabupaten Ciamis Bagi Masyarakat Jawa Barat, Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan 5(1): 15-36.
Sontani, U, T & Soehana, P, M. 2019. Implementasi Sistem Kearsipan Sebagai Faktor Determinan Efisiensi Kerja Pegawai. Manper: Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 4(1): 67-73.
Suara Gembira. 2020. Kuliah Mas Guruh Tentang Busana Indonesia Sungguhnya - Dari Batik Hingga Perkara Telanjang Dada. Diakses dari https://youtu.be/WtD1XBZgcX8.
Sudarma, I, K. 2014. Fotografi. Graha Ilmu. Yogyakarta. Sudjojo, M. 2010. Tak-tik Fotografi. Bukune. Jakarta.
Taryati, A & Puspitasari, F. 2018. Eksplorasi Jamur Ganoderma Applanatum dengan Hiasan Ruffle pada Busana Pesta Sore. Fesyen Perspektif 9(1): 96-108.
Tasyhar, M, Sucipto, W & Prihatin, S. 2013. Kearsipan 1, Bahan Ajar Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan SMK 2013.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009, Kearsipan. 23 Oktober 2009. Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).