BUDAYA PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK TORAJA DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v4i4.2850Keywords:
semiotika, denotasi, konotasi, mitos, dan pemali.Abstract
Pemali merupakan salah satu bentuk tradisi lisan yang digunakan sebagai bentuk larangan paling halus dan sopan. Salah satu masyarakat yang masih mengamalkan pemali adalah masyarakat etnik Toraja. Penelitian ini membahas tentang makna tanda semiotika pemali yang ada dalam masyarakat etnik Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemali apa saja yang ada pada masyarakat etnik Toraja di Kota Samarinda; (2) mendeskripsikan makna yang terkandung pada pemali masyarakat etnik Toraja di Kota Samarinda. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif dengan model pemerian deskriptif. Data penelitian ini berupa teks pemali yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Toraja di Kota Samarinda, sedangkan sumber data dalam penelitian ini, yaitu informan dari masyarakat etnik Toraja yang menetap di Kota Samarinda. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, perekaman dan pencatatan. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang melihat tanda dalam dua tingkat pemaknaan, yaitu pemaknaan tingkat satu (denotasi) dan pemaknaan tingkat dua (konotasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna tanda pada tingkat pemaknaan kedua menjelma menjadi mitos. Dari 47 rumusan pemali yang diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat etnik Toraja di Kota Samarinda terdapat 5 pemali yang berkaitan dengan kesehatan, 6 pemali yang berkaitan dengan dengan keselamatan, 3 pemali berkaitan dengan rezeki dan 1 pemali berkaitan dengan jodoh.References
Akhlak, Annisa., Arifin, M. Bahri., & Syamsul Rijal. 2019. “Pemali dalam Masyarakat Etnik Banjar di Kota Samarinda: Suatu Tinjauan Semiotika”. Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya), 3(2), 121-130.
Arifin, M. Bahri dan Syamsul Rijal. 2017. Bahasa Daerah di Kalimantan Utara. Yogyakarta: CV Istana Agency.
Barthes, Roland. 2017. Elemen-Elemen Semiologi. Yogyakarta: Basabasi.
Berger, Arthur Asa. 2015. Pengantar Semiotika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Budiman, Kris. 2011. Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Kemdikbud. 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di: https/kbbi.kemdikbud.go.id/. Diakses 15 Januari 2019.
Nurfaizah. 2015. “Pemaknaan Pamali dalam Masyarakat Sunda di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan (Kajian Deskriptif Semantik dan Semiotik”. http://repository.upi.edu/17004/3/T_LIN_%201201229_Abstrackpdf. (diakses 14 Maret 2018).
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Sobur, Alex. 2016. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sumitri, Ni Wayan. 2016. Tradisi Lisan Vera: Jendela Bahasa, Sastra, dan Budaya Etnik Rongga. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).