Hibriditas Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i3.23025Abstract
Pertunjukan teater tradisional Damarwulan oleh Kelompok Keham Balai Tambek di Desa Lebak Cilong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merepresentasikan bentuk kesenian lokal yang memadukan unsur Mamanda Kutai. Fenomena ini mencerminkan proses hibriditas budaya sebagai hasil pertemuan dan percampuran dua identitas budaya berbeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis proses hibriditas dalam pertunjukan Damarwulandari aspek naratif, musikal, dan visual, dengan menggunakan perspektif teori hibriditas budaya Homi Kharshedji Bhabha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya adaptasi naratif yang memasukkan elemen lokal Kutai, penggunaan instrumen tradisional seperti babon dan piul yang dipadukan dengan vokal, serta strategi visual yang memadukan unsur dua tradisi. Pertunjukan ini menjadi ruang negosiasi identitas budaya masyarakat Kutai sekaligus contoh seni pertunjukan tradisional yang membentuk identitas budaya secara dinamis dan dialogis di tengah masyarakat multikultural.
References
Bhabha, K. H. (1994). The Location Of Culture. In Notes (2nd ed.). https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9780203820551
Huddart, D. (2006). Homi K.Bhabha. In Routledge Is An Imrprint Of The Tyalor & Francis Group. https://doi.org/0-415-32824-1
Lubis, M. S. (2018). Metodologi Penelitian. Deepublish.
Novita, W. (2024). Tindakan Sosial Pelaku Kesenian Damarwulan di Desa Sebemban. 4(1), 21–32.
Setyoko, A., Prtama, W. Z., & Rahman, P. (2023). Gendang Agong Dalam Pertunjukan Kuntau Di Kabupate Paser Kalimantan Timur. Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran Dan Kajian Tentang Bunyi, 23(1), 46–58. https://doi.org/10.33153/keteg.v23i1.4960
Sultoni, A., & Hari Widi, U. (2021). Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Cerpen Kupata dan Meneer Chastelein Karya Rosyid H. Dimas: Kajian Poskolonial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(September), 112–118.
Supanggah, R. (2009). Bhotekan Karawitan II: Garap (pp. 1–358). Isi Press Surakarta.
Vivian, Y. I., Putra, B. A., Kuncara, S. D., & Max, J. I. S. D. (2022). Membaca Praktik Musik Mamanda Kutai Lewat Ekosistem Musikal. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 23(3), 181–189. https://doi.org/10.24821/resital.v23i3.7408
Downloads
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).