TRADISI DATUN JULUD SUKU DAYAK KENYAH UMAQ LASAN DI DESA ANTUTAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.30872/jbssb.v9i3.21525Abstract
Tradisi Datun Julud berasal dari suku Dayak Kenyah Umaq Lasan di Desa Antutan, Kalimantan Utara. Datun berarti bernyanyi dan Julud berarti baris-berbaris. Penelitian ini dianalisis menggunakan kajian Antropolinguistik berfokus pada teori Alessandro Duranti (1997) dengan pendekatan performansi, indeksikalitas, dan partisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi, indeksikalitas, dan partisipasi dalam tradisi Datun Julud. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekan kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode cakap dengan teknik dasar adalah teknik pancing, teknik lanjutan adalah teknik cakap semuka (CS), serta teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan alat bantu yakni mitra bicara, dengan mendeskripsikan dan mengolah data menggunakan teknik pilah. Hasil dari penelitian ini ditemukan 3 data performansi yakni peselamat ujue valat (berjabat tangan), engkin tawai (membawa perasaan), dan sudi harap maaf (kami berharap maaf), ditemukan 6 data indeksikalitas yakni helempit (perisai), bazeng (parang), lafung bulu (topi bulu) dan terga (bulu rangkong), lafung da’aa (topi rotan), safai (baju) dan ta’aa (rok), uleng sabu (kalung manik) dan uleng jifen (kalung gigi), ditemuakan 3 data partisipasi yakni pemimpin/nyabai (solo) datun julud, penyambut tamu, dan para tamu, serta ditemukan 6 data nilai-nilai tradisi yakni nilai penghormatan, nilai kebersamaan, nilai komunikasi yang baik, nilai emosi dan ekspresi, nilai etika dan kesopanan, dan nilai makna pertemuan.
References
Alemina, B. P., & Sibarani, R. (2016). Teori Duranti Dalam Tradisi Mengket Rumah Mbaru Pada Masyarakat Karo. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora (JP2SH), 2(1), 62–69.
Damayanti, R. (2017). Semantik Bahasa Indonesia. 1–13.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. University Press.
James, E., Mursalim, & Dahlan, D. (2021). Makna Pekatoq Dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’Tau Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Folklor). Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 5(2), 449–456.
Khasanah, U., Bahalwan, K. I., & Andari, N. (2019). Identifikasi Kompetensi dan Performansi Dalam Karangan Berbahasa Jepang. Jurnal Paramasastra, 6(1), 34–50. https://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra/article/download/4670/2565
Ristianah, N. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman Perspektif Sosial Kemasyarakatan. Jurnal PAI, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.125798%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.smr.2020.02.002%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/810049%0Ahttp://doi.wiley.com/10.1002/anie.197505391%0Ahttp://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780857090409500205%0Ahttp:
Sihombing, M. M. . (2020). Sistem Kekerabatan Suku Batak Toba. Jurnal Sains Dan Teknologi ISTP, 13(1), 106–113. http://ejurnal.istp.ac.id/index.php/jsti/article/view/47
Simanjuntak, D. S. R. (2015). Penerapan Teori Antropolinguitik Modern (Competence, Performance, Indexicality, & Partisipation) Dalam Umpasa Budaya Batak Toba. Jurnal Ilmu Bahasa, 1–8.
Sonny Sudiar. (2015). Pembangunan Wilayah Perbatasan Negara: Gambaran Tentang StrategiPengelolaan Kawasan Perbatasan Darat di Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Administrative Reform, 3(4), 489–500.
Titin, S. (2021). Makna Tari Datun Julud Dalam Perayaan Lesung Osap Bagi Masyarakat Suku Dayak Kenyah Badeng di Desa Bena Baru Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Kalimanta Timur.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
![]()
Every work in Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).